Berita Viral
DUDUK PERKARA Oknum Pengusaha Kadin dan Ormas Minta Jatah Proyek 5 Triliun ke PT Chandra Asri
Viral dugaan pemalakan, oknum pengusaha meminta jatah proyek senilai Rp 5 triliun tanpa tender.
Kadin menyebut pernyataan tersebut merupakan kekhilafan pribadi dan luapan emosi salah satu pengurus.
Wakil Ketua Umum I Kadin Kota Cilegon, Isbatullah Alibasja, mengatakan, pernyataan itu tidak mewakili sikap resmi Kadin dan muncul akibat komunikasi yang buruk dengan pihak kontraktor proyek, yakni China Chengda Engineering Co., Ltd (CCE).
"Pengurus dan anggota itu dalam kondisi emosional. Saya bilangnya ini slip of tongue (salah ucap) karena komunikasi (perwakilan) Chengda itu kurang baik," kata Isbat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/5/2025).
Ia menegaskan, Kadin Cilegon memahami bahwa permintaan proyek tanpa proses tender tidak masuk akal.
"Kami sangat paham, masa proyek tanpa tender itu tidak masuk akal, tidak benar," sambung Isbat.
Menurut Isbat, pertemuan yang videonya viral tersebut merupakan audensi ketiga antara pengusaha lokal dan pihak kontraktor, untuk memperjuangkan keterlibatan pengusaha daerah dalam proyek strategis nasional pembangunan pabrik bahan baku baterai milik CAA.
Isbat mengatakan pihaknya akan memberikan klarifikasi secara resmi ke Kementerian Investasi dan Polda Banten atas insiden yang menuai sorotan tersebut.
Apa Itu Chengda
Chengda Engineering adalah perusahaan asal China yang ditunjuk sebagai kontraktor dalam pembangunan pabrik CA-EDC milik PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan raksasa petrokimia PT Chandra Asri Pasific Tbk (dulu bernama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk).
Mengutip laman resminya, Chengda Engineering adalah anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki China National Chemical Engineering Co.
Sesuai namanya, Chengda Engineering berasal dari Kota Chengdu di Barat Daya China. Awalnya, perusahaan ini adalah laboratorium riset Institut Desain di bawah Kementerian Perindustrian dan Kimia China.
Statusnya berubah menjadi perusahaan pada 1958 dan kemudian usahanya terus berkembang menjadi kontraktor EPC (engineering, procurement, and construction) yang proyeknya tak hanya di China, namun juga tersebar di banyak negara.
Perusahaan ini sudah banyak membangun pabrik di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Brasil, Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Pakistan, dan Uzbekistan.
Selain kontraktor EPC perusahaan petrokimia, pabrik-pabrik yang dibangun Chengda Engineering antara lain pembangkit, storage kilang, pabrik pengolahan batu bara, energi baru terbarukan, gas alam, farmasi, dan pengolahan mineral tambang.
Perusahaan ini telah membangun ratusan pabrik dengan pelanggan terbesarnya seperti Sinopec, PetroChina, CNOOC, China Chemical, Shenhua Group, Yanchang Group, dan Yankuang Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Oknum-Kadin-dan-ormas-minta-jatah-proyek-ke-PT-Chandra.jpg)