Berita Viral

HEBOH Chandra Asri yang Minta Maaf Dipalak Pengusaha Minta Jatah Proyek 5 Triliun, Kadin: Khilaf

PT Chandra Asri Alkali enggan memperbesar persoalan oknum Kadin Cilegon dan Ormas yang meminta jatah proyek senilai Rp 5 triliun.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tangkapan layar video
PENGUSAHA MINTA JATAH: Pengusaha di Kota Cilegon, Banten, meminta jatah proyek tanpa tender senilai Rp 5 triliun ke PT Chandra Asri Alkali 

Mengutip laman resminya, Chengda Engineering adalah anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki China National Chemical Engineering Co.

Sesuai namanya, Chengda Engineering berasal dari Kota Chengdu di Barat Daya China. Awalnya, perusahaan ini adalah laboratorium riset Institut Desain di bawah Kementerian Perindustrian dan Kimia China.

Statusnya berubah menjadi perusahaan pada 1958 dan kemudian usahanya terus berkembang menjadi kontraktor EPC (engineering, procurement, and construction) yang proyeknya tak hanya di China, namun juga tersebar di banyak negara.

Perusahaan ini sudah banyak membangun pabrik di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Brasil, Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Pakistan, dan Uzbekistan. 

Selain kontraktor EPC perusahaan petrokimia, pabrik-pabrik yang dibangun Chengda Engineering antara lain pembangkit, storage kilang, pabrik pengolahan batu bara, energi baru terbarukan, gas alam, farmasi, dan pengolahan mineral tambang.

Perusahaan ini telah membangun ratusan pabrik dengan pelanggan terbesarnya seperti Sinopec, PetroChina, CNOOC, China Chemical, Shenhua Group, Yanchang Group, dan Yankuang Group.

Jumlah karyawan perusahaan tersebut sekitar 1.200 orang. Perusahaan ini juga sangat ekspansif dalam pengembangan produk jasanya dengan memiliki lebih dari 300 paten dan 40 teknologi bidang EPC.

Perusahaan induknya, China National Chemical Engineering Co, masuk dalam 20 perusahaan kontraktor terbesar di dunia yang lini bisnis utamanya adalah teknik dan desain kontruksi (rekayasa industri).

Dari kepemilikan sahamnya, China National Chemical Engineering Co adalah BUMN yang pengawasannya berada di bawah State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council of China (SASAC).

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca juga: Barcelona OTW Juara Liga Spanyol, Pastikan Gelar Perayaan Meriah dengan Parade Bus`

Baca juga: Sosok Pria Anggota Ormas Beraninya Ancam Purnawirawan Polri, Kini Nasibnya Apes di Kantor Polisi

Sumber: Kompas.com/Tribunews.com/ TribunSolo.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved