Berita Internasional

Difitnah Ibu Mertua dan Kakak Ipar, Wanita Ini Nyaris Diceraikan Suami saat Acara Keluarga

Hubungan menantu dan mertua kembali menjadi sorotan publik setelah seorang wanita membagikan kisah lamanya yang hampir meruntuhkan rumah tangga .

KOMPAS.COM
WANITA DIFITNAH: Ilustrasi menantu difitnah mertua. Wanita nyaris diceraikan suami usai difitnah oleh ibu mertua dan kakak iparnya di acara keluarga, Minggu (25/5/2025) 

TRIBUN-MEDAN.com - Hubungan menantu dan mertua kembali menjadi sorotan publik setelah seorang wanita membagikan kisah lamanya yang hampir meruntuhkan rumah tangga akibat fitnah dari ibu mertua.

Cerita yang dibagikan melalui media sosial itu menarik perhatian warganet karena menggambarkan betapa beratnya tekanan emosional yang dialami oleh seorang menantu perempuan ketika tidak diterima oleh keluarga suami.

Dikutip dari Mstar.com Mingu (25/5/2025), wanita tersebut menceritakan kejadian yang terjadi 11 tahun lalu, saat ia membantu mempersiapkan acara kenduri di rumah keluarga suaminya.

Sepulang kerja malam, ia langsung ikut membantu di dapur dengan memotong bawang dan memasak gulai ikan untuk para tamu.

“Setelah semua selesai, saya bertanya lagi ke ibu mertua apakah ada yang perlu saya bantu lagi. Dia malah menyuruh saya tidur. Karena saya harus kerja lagi pukul 4 sore, saya turuti sarannya,” jelasnya.

Namun tanpa diduga, sikap suaminya berubah usai acara kenduri. Wajahnya masam, dan beberapa hari kemudian tidak menjawab telepon maupun pesan.

Tak lama, sang suami menyampaikan ingin bercerai karena merasa istrinya tidak membantu dalam acara keluarga, yang dianggapnya memalukan.

Wanita itu terkejut dengan keputusan tersebut, namun tetap tenang dan menjelaskan kejadian sebenarnya.

Ia mengaku telah bekerja keras sebelum tidur dan hanya mengikuti arahan dari ibu mertua.

“Saya ceritakan semua yang saya lakukan hari itu. Suami diam. Saya bahkan bilang, kalau memang ingin bercerai, kembalikan saya ke orang tua saya secara baik-baik,” ujarnya.

Belakangan, suaminya menyadari kesalahannya setelah mendapat penjelasan lebih lanjut.

Ia menangis dan meminta maaf karena langsung mengambil keputusan tanpa menyelidiki kebenaran informasi yang didapat dari ibunya sendiri.

“Dia tidak tahu bahwa saya sudah membantu. Ia merasa bersalah dan memohon diberi kesempatan kedua. Karena memikirkan anak-anak, saya terima permintaan maafnya. Sejak itu, dia berubah dan lebih membela saya,” lanjut wanita tersebut.

Wanita itu juga mengungkapkan bahwa sang ibu mertua dan kakak ipar sering membicarakannya di belakang, menyebutnya sebagai menantu pemalas. Namun, ia memilih untuk bersikap hormat dan menjaga hubungan keluarga.

“Saya tetap memperlakukannya seperti ibu saya sendiri. Saya hadir saat dia butuh, bukan untuk mencari muka, tapi karena dia adalah ibu dari suami saya,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved