Langkat Terkini
Pemkab Langkat dan Pemko Binjai Tunggu Regulasi soal Pendidikan SD-SMP Negeri dan Swasta Digratiskan
Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih menunggu regulasi soal putusan Mahkamah Konstitusi
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih menunggu regulasi soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pendidikan dasar 9 tahun baik negeri maupun swasta digratiskan.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, Amril saat dikonfirmasi.
"Kita akan tunggu regulasi dari pemerintah selanjutnya," ujar Amril, Selasa (27/5/2025).
Hal serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Kota Binjai melalui Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Binjai, Iwan Setiawan.
"Alhamdulillah berita baik kita tunggu regulasi berikutnya," ujar Iwan.
Sementara itu, pendidikan dasar 9 tahun baik negeri maupun swasta digratiskan, diputuskan dalam sidang perkara Nomor 3/PUU-XXII/2024 terkait pengujian Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Selasa (27/5/2025).
“Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK Suhartoyo dalam sidang di Gedung MK, Jakarta.
MK menyatakan Pasal 34 ayat (2) UU Sisdiknas bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat cara bersyarat sepanjang tidak dimaknai:
"Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, baik untuk satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat”.
Dalam pertimbangannya, Hakim Konstitusi Guntur Hamzah menegaskan ihwal negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan dasar.
Ia mengingatkan Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 mewajibkan setiap warga negara mengikuti pendidikan dasar dan menugaskan negara untuk membiayainya.
“Tanpa ada pemenuhan kewajiban pemerintah dalam membiayai pendidikan dasar, maka berpotensi menghambat upaya warga negara untuk melaksanakan kewajiban konstitusionalnya,” ujar Guntur.
Ia menyebut, selama ini pembiayaan wajib belajar hanya difokuskan pada sekolah negeri. Padahal, secara faktual, banyak anak mengikuti pendidikan dasar di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, seperti sekolah swasta atau madrasah swasta.
"Negara tidak boleh lepas tangan atau mengalihkan tanggung jawab pembiayaan kepada penyelenggara pendidikan swasta,” tegas Guntur.
Mahkamah menekankan, meski Pasal 34 ayat (3) UU Sisdiknas mencantumkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan wajib belajar, tanggung jawab utama tetap berada di tangan negara.
| Empat Orangutan Hasil Perdagangan Ilegal di Thailand Jalani Rehabilitasi di SRA Langkat |
|
|---|
| 2 Pria di Langkat Ditangkap saat Pesta Narkoba di Gudang Kosong, Polisi Sita 1,1 Gram Sabu |
|
|---|
| 20 Pejabat Langkat Lulus Administrasi Seleksi Eselon II, Berikut Daftar Namanya |
|
|---|
| Pria di Langkat Lakukan Transaksi Narkoba secara Terang-terangan, Polisi Sita 3,57 Gram Sabu |
|
|---|
| Ternyata Ini yang Disampaikan Pria Paruh Baya di Langkat saat Adang dan Tunjuk Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aksi-perampokan-berkedok-guru-terjadi-di-SD-Negeri-1-Banjarharja.jpg)