TRIBUN WIKI

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Idul Adha Beserta Keutamaan dan Keistimewaannya

Bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah yakni Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala dan Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Panadol
BUKA PUASA- Ilustrasi buka puasa bersama keluarga di rumah. 

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.

Berikut tata cara puasa arafah dan puasa tarwiyah:

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan puasa, alangkah baiknya untuk membaca niatnya terlebih dahulu.

Niat puasa Arafah sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar.

Namun, jika terlupa dan karena ini puasa sunah, maka boleh melafalkan niat di pagi harinya, setelah terbit fajar asal belum makan-apa atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca juga: Pahala Duduk dan Zikir di Waktu Fajar, Nilai Amalannya Setara Ibadah Haji dan Umrah

2. Makan Sahur

Jangan lupa untuk makan sahur, karena merupakan salah satu sunah puasa.

Jika dilakukan, maka akan mendapat keberkahan dan pahala.

Namun jika tidak dikerjakan, puasanya juga tetap sah.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Saat menunaikan puasa Arafah, alangkah baiknya untuk terus menjaga diri dari hal-hal yang bersifat membatalkan puasa.

Hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami istri dan lain sebagainya.

Menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau memasuki waktu Maghrib.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved