Berita Viral

Jokowi Alergi Kulit, Benarkah Terpapar Steven Johnson Syndrom?

Presiden RI ke 7 Jokowi alergi kulit hingga wajahnya menunjukkan adanya bercak atau fleg yang diduga akibat Steven Johnson Syndrome.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Tribun Solo
JOKOWI ALERGI KULIT - Dokter yang gencar membahas ijazah Jokowi blak-blakan menyebut soal penyakit Autoimun. Rupanya Jokowi alami alergi kulit sehingga mucul flek hitam di wajah hingga tak ikut upacara di Gedung Pancasila. (TikTok TribunSolo) (TikTok TribunSolo) 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Kabar mengenai Presiden ke 7 RI Jokowi alergi kulit masih ramai jadi perbincangan warganet.

Bahkan, kini beredar rumor bahwa Jokowi mengidap Steven Johnson Syndrome.

Steven Johnson Syndrome atau Sindrom Stevens-Johnson adalah kondisi gawat darurat medis langka yang ditandai dengan reaksi hipersensitivitas parah pada kulit dan selaput lendir (mukosa).

Baca juga: Apa Itu Kemarau Basah, Penyebab dan Dampaknya Bagi Pertanian

Kondisi ini menyebabkan ruam menyakitkan, lepuhan, dan pengelupasan kulit, serta berisiko tinggi menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis atau kerusakan organ jika tidak ditangani segera.

Namun, informasi itu dibantah oleh Kompol Syarif Fitriansyah, ajudan Jokowi.

Syarif bilang, bahwa atasannya itu hanya mengalami alergi kulit biasa, bukan Steven Johnson Syndrome.

"Wah, hoaks itu, enggak benar itu," tegas Syarif dalam pernyataannya pada Kamis (5/6/2024).

Baca juga: Apa Itu Syarikah Haji 2025, Peran dan Manfaatnya Bagi Jemaah Haji

Ia memastikan bahwa Jokowi tidak mengalami gejala panas atau gatal yang sering kali menyertai penyakit tersebut.

"Beliau enggak ada ngerasain panas, enggak ada ngerasain gatal. Jadi, pure hanya alergi biasa. Autoimun juga, enggak," ujarnya.

Karena informasi ini, warganet pun penasaran dengan Steven Johnson Syndrome tersebut.

Penyebab dan Gejala

Penyebab Steven Johnson Syndrome ini bisa terjadi karena berbagai hal.

Satu diantaranya mengenai penggunaan obat atau virus.

Kemudian, gejalanya pun menunjukkan adanya bercak atau flek pada wajah.

Baca juga: Apa Itu Haji Furoda? Berbeda dengan Haji Plus, Ini Biaya dan Masa Tunggu Keberangkatannya

Penyebab

Ada beberapa penyebab timbulnya penyakit Steven Johnson Syndrome ini.

Mayoritas kasus SJS dipicu oleh:

  1. Reaksi obat:

    • Antibiotik (sulfonamides, penisilin)

    • Antikejang (karbamazepin, fenitoin)

    • Obat asam urat (allopurinol)

    • NSAID (meloxicam, naproxen).

  2. Infeksi:

    • Virus (HIV, herpes, hepatitis A)

    • Bakteri (pneumonia, Mycoplasma).

  3. Faktor risiko: Riwayat alergi obat, kelainan genetik, imunokompromais (misalnya kanker atau HIV), atau riwayat SJS sebelumnya.

Gejala

Gejala berkembang dalam 1–3 minggu setelah paparan penyebab:

  • Awal: Demam, sakit tenggorokan, batuk, dan lemas menyerupai flu.

  • Kulit: Ruam merah menyebar, lepuhan berisi cairan, dan kulit mengelupas (terutama di wajah, dada, dan area kelamin).

  • Mukosa: Luka di mulut, mata, hidung, atau alat kelamin disertai nyeri.

  • Komplikasi: Dehidrasi, gangguan pernapasan, sepsis, dan kerusakan mata permanen.

Penanganan

Jika terdiagnosis SJS:

  1. Segera rawat inap: Diunit perawatan intensif atau ruang isolasi untuk mencegah infeksi.

  2. Hentikan obat pencetus: Identifikasi dan hentikan penggunaan obat yang diduga memicu reaksi.

  3. Terapi suportif:

    • Cairan intravena untuk mengatasi dehidrasi.

    • Perawatan luka dengan balutan steril dan salep antibakteri.

    • Analgesik untuk nyeri.

  4. Obat spesifik:

    • Kortikosteroid atau imunoglobulin intravena (IVIG) untuk mengurangi peradangan.

    • Antibiotik jika terjadi infeksi sekunder.

Pencegahan

  • Hindari obat pemicu: Catat riwayat alergi dan gunakan gelang medis untuk informasi darurat.

  • Konsultasi dokter sebelum minum obat baru: Khususnya bagi yang memiliki riwayat SJS atau alergi obat.

  • Hati-hati dengan obat berisiko tinggi: Misalnya sulfonamides atau antikejang, kecuali benar-benar diperlukan.

Dilansir dari Kompas TV, ada beberapa artis yang terpapar Steven Jhonson Syndrom ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved