Berita Internasional

Pengantin Wanita Pakai Kaos dan Sandal Jepit saat Pernikahan, Protes Mahar Tak Sesuai Kesepakatan

Sebuah pernikahan di Tiongkok menjadi sorotan publik setelah pengantin wanita tampil mengenakan pakaian tidak lazim pada hari pernikahannya.

|
SANOOK.COM
PENGANTIN PROTES: Ilustrasi pernikahan. Pengantin Wanita memakai pakaian tak lazim, mengenakan kaos oblong, celana pendek, dan sandal jepit saat akad nikah karena mahar yang diberi mempelai pria tak sesuai dengan kesepakatan, Selasa (24/6/2025) 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah pernikahan di Tiongkok menjadi sorotan publik setelah pengantin wanita tampil mengenakan pakaian tidak lazim pada hari pernikahannya.

Bukannya mengenakan gaun mewah atau busana tradisional, wanita itu justru hadir di prosesi akad nikah dengan kaos oblong, celana pendek, dan sandal jepit.

Penampilan nyeleneh ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk protes atas nominal mahar yang tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh keluarga pihak pria.

Dikutip dari Sanook.com Selasa (24/6/2025), insiden tersebut terjadi dalam sebuah pernikahan tradisional di Tiongkok dan telah menyita perhatian publik setelah rekaman kejadian beredar luas di media sosial.

Menurut laporan media setempat, awalnya pengantin wanita mengenakan gaun pengantin seperti biasa ketika dijemput oleh mempelai pria untuk mengikuti upacara pernikahan sesuai adat.

Namun, saat tiba di rumah keluarga mempelai pria, ia meminta izin untuk ke kamar mandi dan beberapa saat kemudian keluar dengan penampilan mengejutkan, hanya mengenakan kaos biasa, celana pendek, tanpa riasan, dan sandal jepit.

Aksi ini mengejutkan semua tamu undangan, bahkan pembawa acara pernikahan pun sempat mencoba membujuk mempelai wanita agar kembali mengenakan busana pernikahan, demi menjaga suasana sakral dan penghormatan kepada para tamu.

Namun, ajakan tersebut ditolak dengan dingin. Bahkan saat ayah dari mempelai pria mendekati menantunya dan bertanya secara halus, sang pengantin wanita justru membentak.

“Apa lagi? Siapa pun yang membuatku tidak bahagia, orang itu juga tak pantas bahagia!”ucapbya.

Belakangan terungkap bahwa pengantin wanita dan ibunya memang merencanakan aksi ini sebagai bentuk balasan terhadap keluarga mempelai pria yang dianggap tidak menghargai mereka.

Permasalahan bermula dari ketidaksesuaian jumlah mahar yang telah disepakati sebelum hari pernikahan.

Keluarga mempelai wanita menilai jumlah yang diberikan terlalu kecil dan jauh dari ekspektasi. Meski keluarga pria telah menjanjikan akan melunasi kekurangan mahar setelah pernikahan, hal itu tetap dianggap tidak pantas.

“Kami sudah dipermalukan lebih dulu karena mereka tidak memenuhi kesepakatan. Maka kami juga tidak perlu menjaga muka mereka,” ujar ibu dari mempelai wanita, seperti dikutip dari laporan media lokal.

Keluarga mempelai pria sendiri diketahui berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Mereka mengaku telah berusaha keras meminjam dana untuk memenuhi tuntutan mahar yang cukup tinggi.

Namun karena keterbatasan waktu dan kondisi, mereka tidak berhasil mengumpulkan seluruhnya sebelum hari pernikahan dan hanya bisa meminta penangguhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved