Berita Viral
POSTINGAN Terakhir Eka Rahmadi Mahasiswa UGM Tewas Tenggelam Saat KKN, Sempat Tulis Soal Pengabdian
Inilah postingan terakhir Septian Eka Rahmadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas tenggelam saat KKN saat hendak mengambil pasir di
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah postingan terakhir Septian Eka Rahmadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas tenggelam saat KKN.
Eka Rahmadi mahasiswa UGM menjadi satu dari dua korban meninggal setelah tenggelam di Maluku Tenggara.
Sebelum insiden tragis tersebut terjadi, Eka Rahmadi sempat mengunggah postingan terakhirnya.
Eka Rahmadi sempat menulis tentang pengabdian selama mengikuti KKN disana.
Pada 23 Juni 2025 lalu, ia memposting sejumlah foto perjalanan dari Yogyakarta menuju ke Ambon.
"Memulai kegiatan pengabdian ke Timur Indonesia
Dokumentasi perjalanan dua hari, Jogja-Surabaya-Makassar-Ambon-Langgur (Pulau Kei Kecil)" tulisnya di Facebook.
Foto tersebut juga menjadi postingan terakhir Eka, mahasiswa UGM.
Insiden yang menimpa rombongan tim KKN itu terjadi di Ohoi (Desa) Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, Selasa (1/7/2025).
Kapal jenis longboat yang ditumpangi para mahasiswa itu terbalik di perairan Pulau Wahr, Ohoi Debut, setelah dihantam gelombang tinggi.
Baca juga: PENYESALAN Artis MR Usai Peras Ancam Sebar Video Syur Pacar Sesama Jenisnya,Terancam 9 Tahun Penjara
Seorang warga Ohoi Debut, Getruda menceritakan, saat kejadian total penumpang di longboat itu ada sekitar 12 orang.
"Penumpang terdiri dari 12 orang denah rincian, 7 mahasiswa Universitas Gajah Mada sedangkan 5 orang merupakan warga Ohoi Debut," kata Getruda dikutip dari Tribunambon.
Ia menuturkan, rombongan mahasiswa dan warga sekitar itu berangkat mengambil material pasir di Pulau Wahr sejak pagi sekira pukul 10:00 WIT.
"Mereka berangkat dari pagi, di tengah perjalanan pulang sekira pukul 14:00 WIT dihantam cuaca ekstrem ombak dan gelombang tinggi," tuturnya.
Usai kejadian itu, kata dia, korban mahasiswa UGM dirujuk ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, sementara satu korban lainnya ditangani di RS Hati Kudus Langgur.
Berikut daftar nama mahasiswa UGM dalam kejadian tenggelam di Laut Maluku Tenggara :
- Septian Eka Rahmadi, 22 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Desa Brangbiji, Kec. Sumbawa, Kab. Sumbawa, Prov. Nusa Tenggara Barat (Meninggal Dunia)
- Bagus Adi Prayog, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM (Hilang/Masih dalam pencarian).
Selamat :
- Ridwan Rahadian Wijaya, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).
- Muhamad Arva Sagraha 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).
- Afifudin Baliya, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Semarang Prov. Jawa Tengah. (Sesak nafas akibat drawing/tenggelam).
- Daeren Sakti Hermanu, 21 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Semarang, Prov. Jawa Tengah. (pusing).
- Pratista Halimawan, 22 Tahun, Islam, Mahasiswa KKN UGM, Jogjakarta, Prov DIY (Pusing dan Mual).
Baca juga: PILU Ayah Septian, Putranya Tewas Tenggalam Saat KKN di Maluku, tak Tahu Anaknya Naik Perahu
Diketahui, Septian Eka Rahmadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji mengatakan peristiwa terjadi ketika tujuh mahasiswa UGM bersama lima warga lokasi sedang mengambil pasir di Pulau Wahru untuk kegiatan Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR).
Menurutnya mereka berangkat menggunakan dua speedboat pukul 11.00 WIT.
Saat perjalanan kembali, perahu terbalik dihantam gelombang pasang dan angin kencang.
Ia mengatakan atas kejadian ini, lima mahasiswa UGM selamat, satu meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.
"Kami terus melakukan upaya koordinasi maksimal dalam proses pertolongan dan pencarian untuk korban yang belum ditemukan," kata Rustamadji.
Dilihat dari akun Facebooknya, Septian Eka Rahmadi merupakan lulusan SDN 2 Sumbawa Besar dan SMP Negeri 1 Sumbawa Besar.
Ia juga sekolah di SMA Negeri 1 Sumbawa Besar.
Eka tinggal di Yogyakarta.
Terpisah, Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Frans Duma, menjelaskan bahwa longboat tersebut mengangkut 12 penumpang yang terdiri dari tujuh mahasiswa UGM dan lima warga lokal.
"Penumpang ada 12 orang terdiri dari lima masyarakat dan tujuh orang mahasiswa UGM yang KKN di Maluku Tenggara," ungkap Frans.
Frans menjelaskan bahwa longboat yang mengalami musibah tersebut berangkat dari Pelabuhan Desa Debut menuju Pulau Wearhu pada pukul 11.00 WIT.
Setelah itu, longboat tersebut berencana kembali ke Desa Debut pada pukul 13.00 WIT.
"Namun, dalam perjalanan balik sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Wearhu, longboat tersebut tenggelam," ujarnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Sumsel
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.