Terjadi Pengendapan Limbah PKS, Ada Program Pembersihan secara Gratis

Di Indonesia, katanya, hampir semua pabrik pengolahan kelapa sawit menggunakan sistem kolam terbuka,

Tayang:
Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
PT Malindo Internasional Indonesia (Malindo Care Konsorsium) berkolaborasi dengan Alam Kualiti Hijau Sdn Bhd Malaysia selaku principal siap memberikan solusi pembersihan dan penyusutan kolam limbah sawit pabrik sawit (Pome) secara cuma-cuma dalam rangka membantu program pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). 

TRIBUN-MEDAN,com, MEDAN - Umumnya pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia masih mengalami kendala teknologi dan teknis dalam melakukan pembersihan kolam limbah yang mengalami pedangkalan, disebabkan pengendapan lumpur (scum) sisa pengolahan CPO selama bertahun-tahun, selain juga karena biaya operasional yang relatif mahal.

Untuk membantu permasalahan tersebut, PT Malindo Internasional Indonesia (Malindo Care Konsorsium) berkolaborasi dengan Alam Kualiti Hijau Sdn Bhd Malaysia selaku principal siap memberikan solusi pembersihan dan penyusutan kolam limbah sawit pabrik sawit (Pome) secara cuma-cuma dalam rangka membantu program pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

HaL itu diungkapkan Sri Winarti, Representatice Officer Malindo Care Consortium Sumatra Utara, Selasa (8/7/2025) di Medan di sela-sela kesibukannya mempersiapkan acara Sosialisasi Penurunan GRK di Sektor Industri Kelapa Sawit, yang akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 12 Juni 2015 di Wing Hotel Kualanamu.

Baca juga: Seluruh Leader JNE Berkunjung ke Pabrik Kelapa Sawit PT Karya Pratama Niaga Jaya

Di Indonesia, katanya, hampir semua pabrik pengolahan kelapa sawit menggunakan sistem kolam terbuka, dengan pertimbangan keekonomian dan kemudahan pengoperasian, di mana sistem tersebut hanya mengandalkan bakteri natural yang ada di alam untuk melakukan penguraian secara alami di dalam kolam penampungan.

Dalam proses pengelolaan sistem kolam terbuka, Pome dialirkan melalui serangkaian kolam dengan beberapa langkah pengolahan. Seiring dengan waktu, imbuhnya, lumpur dari dasar kolam akan meningkat dan akan menyebabkan terjadinya pendangkalan pada kolam-kolam tersebut, ditambah dengan pengerasan kerak (scum) di atas kolam.

Dengan terjadinya pendangkalan tersebut, waktu penahanan hidrolik (WPH) yang seharusnya di atas 180 hari akan menjadi semakin pendek, dan ini akan menyebabkan penguraian yang kurang sempurna dan menghasilkan effluent di atas baku mutu.  

Biasanya, para pengelolah PKS akan membuka kolam baru atau pun menggali lumpur tersebut, dan ini bukanlah solusi untuk jangka panjang. Penurunan efisiensi pengolahan sisa limbah Pome menimbulkan resiko limbah yang tidak diolah akan mencemari lingkungan, dan sumber daya air, peningkatan emisi gas rumah kaca (metana) dan biaya perawatan yang tinggi untuk perbaikan darurat.

Dalam konteks ini, Malindo Care Konsorsium bersama principal investor Malaysia Kualiti Alam Hijau Sdn Bhd menawarkan layanan penyusutan limbah POME yang diberikan secara cuma-cuma dalam rangka mendukung penurunan emisi GRK dan pemenuhan regulasi industri PKS rendah karbon serta memitigasi tekanan internasional terkait isu green industry dan bisnis berkelanjutan,” ujar Sri Winarti.

Bagi pelaku industri perkebunan dan pemilik industri PKS yang berminat mendapatkan layanan pembersihan dan penyusutan kolam limbah PKS, pihak Malindo care  menawarkan kerja sama  pada acara Sosialisasi Penurunanan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Industri Kelapa Sawit di Sumatra Utara pada Sabtu mendatang.

Ketua Panitia Si Wahyuni Nukman didamping Sekretaris Erwinsyah menimpali bahwa acara tersebut didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut.

“Undangan peserta sudah disebarkan ke seluruh unsur pimpinan perusahaan perkebunan BUMN dan  swasta dan seluruh manajer PKS di seluruh Sumatra Utara. Namun karena keterbatasan akses database kontak poin PKS, kami masih membuka kepesertaan paling lambat tanggal 10 Juli 2025,” ujar Sri Wahyuni.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved