Sudah Digelar Tiga Tahun, Cultural Show Diusulkan jadi Kalender Event Nusantara
Apabila usulan tersebut diterima, Status Siantar Cultural Show akan masuk ke dalam daftar jajaran event nasional di bawah Kementerian Pariwisa
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Usai sukses menggelar Konser Siantar Cultural Show selama tiga tahun berturut-turut, Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar mengusulkan event tersebut ke dalam Kalender Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI.
Apabila usulan tersebut diterima pemerintah pusat, Status Siantar Cultural Show akan masuk ke dalam daftar jajaran event nasional di bawah Kementerian Pariwisata RI.
“Saat ini, kita akan menyusun draf dan mengisi formulir untuk diserahkan ke Kementerian Pariwisata RI pada bulan September 2025 nanti. Kita berharap Siantar Cultural Show masuk ke dalam kalender kementerian,” kata Hamam Sholeh, Kadis Pariwisata Kota Pematangsiantar pada Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Hari Nasional Prancis Diisi Pertunjukan Budaya, Pererat Hubungan Bilateral
Sholeh tak ingin berbangga diri. Program Siantar Cultural Show menurutnya belum bisa menyaingi tiga event nasional di Sumut yang sudah bertengger dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN), puncak tertinggi event daerah di kancah nasional.
“Kalau untuk bersanding dengan event seperti Sail Nias, Gelar Melayu Serumpun di Istana Maimun dan Festival Bunga dan Buah di Karo, tentu kita belum sehebat mereka ya. Tapi kita berjalan ke sana,” kata Sholeh.
Sholeh menyebut, Siantar Cultural Show mengusung konsep kreatifitas SDM lokal. Event yang berlangsung sejak tahun 2023 ini berkomitmen mengundang sanggar lokal, artis, dan komika ternama asal Siantar, dan pekerja kreatif lainnya.
“Apabila kita berhasil masuk ke dalam Kalender Event Nusantara, beberapa benefit kita akan didapatkan seperti promosi dan pendampingan. Bagi kita ini sangat berharga untuk kemajuan wisata entertainment di Siantar,” pungkas Sholeh.
| DIAJAK Berkantor di IKN, Deddy Sitorus Sebut Gibran Tak Paham Perbedaan Legislatif dan Eksekutif |
|
|---|
| HEBOH Pernikahan Kakek Berusia 71 Tahun dengan Siswi SMA, Terkuak Faktor Ekonomi di Baliknya |
|
|---|
| SISTEM WFH Tak Berlaku Bagi Nakes, Wakil Menkes: Gak Boleh, Sangat Diperlukan Untuk Publik |
|
|---|
| ATURAN BARU Bagi Rokok Ilegal Demi Tutupi Kerugian Negara, Purbaya: Masuk Pasar Legal Atau Tutup |
|
|---|
| Gaya Preman Tanah Abang Palak Pedagang Bakso, Mangkuk Dipecahkan Satu per Satu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Cultural-Show.jpg)