Berita Viral
Fakta Unik Seputar Lembah Harau yang Kini Kebakaran, Punya Dua Air Terjun
Lembah Harau di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat merupakan lembah yang diapit dua dinding granit.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Hutan yang ada di seputar Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dikabarkan kebakaran, Rabu (23/7/2025).
Luas hutan dan lahan yang kebakaran disebut sudah mencapai 130 hektare.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari ke depan sejak kejadian pertama.
Baca juga: Mengenal Badai Tropis Wipha yang Memaksa Hongkong dan Makau Menutup Bandara dan Pelabuhan
Pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI dan Polri berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah tempat yang menjadi titik api.
Bila melihat peristiwa kebakaran hutan di kawasan Lembah Harau, sebenarnya peristiwa ini bukan kali pertama terjadi.
Menurut laporan Kompas.com, bahwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Lembah Harau pernah terjadi pada Juni 2025 kemarin.
Saat itu kawasan yang terbakar ada di Desa Tarantang.
Luas lahan yang terbakar berkisar 5 hektare.
Baca juga: 7 Destinasi Wisata Yang Tak Terlupakan di Kuala Terengganu Malaysia
Seperti diketahui, Lembah Harau ini termasuk kawasan yang memiliki pemandangan alam cukup eksotis.
Bahkan, Lembah Harau termasuk daya tarik wisata yang ada di Sumatera Barat.
Fakta Seputar Lembah Harau
Lembah Harau adalah sebuah ngarai atau lembah yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Lembah ini diapit oleh dinding-dinding tebing granit yang sangat tinggi, mencapai sekitar 100 hingga 500 meter, sehingga seakan-akan membentuk dinding raksasa yang mengelilingi lembah di bawahnya.
Luas kawasan Lembah Harau yang masuk dalam cagar alam dan suaka margasatwa tersebut mencapai 270,5 hektare.
Kawasan ini dihuni berbagai flora dan fauna lokal, termasuk kera luar.
Baca juga: 6 Lokasi Pemandian Wisata Alam di Deliserdang, Cocok untuk Libur Lebaran Bersama Keluarga
Untuk menjangkau lokasi ini, Anda bisa menempuh perjalanan sekitar 138 kilometer dari Kota Padang, atau sekitar 1,5 jam dari Bukittinggi.
Lokasinya sangat dekat dari Kota Payakumbuh yang bisa ditempuh berjarak 2 hingga 15 Km.
Akses menuju Lembah Harau cukup mudah dengan kendaraan darat, dengan jalur yang melewati Kota Payakumbuh dan pusat Kabupaten Lima Puluh Kota.
Keunikan dan Keindahan Alam
Lembah Harau dikenal karena keindahan alamnya berupa hamparan persawahan hijau yang asri di dasar lembah, dikelilingi tebing-tebing cadas granit berwarna-warni yang menjulang tinggi (sekitar 80–300 meter).
Ada beberapa air terjun alam di sekitar lembah, seperti Air Terjun Sarasah Jambu dan Air Terjun Akar Berayun, dengan pemandangan spektakuler dan udara yang sejuk.
Baca juga: 3 Rekomendasi Wisata Alam yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan!
Sejarah dan Asal Usul Nama
Nama “Harau” konon berasal dari kata "parau" yang berarti suara serak atau gagap.
Penamaan ini kabarnya berkaitpaut dengan cerita lokal tentang banjir dan longsor yang menimbulkan suara gaduh di bukit sekitar.
Secara geologi, daerah ini diduga dulunya merupakan bagian dari dasar laut, karena ditemukan batuan breksi dan konglomerat yang berumur lebih dari 30 juta tahun.
Karena keunikannya itu, Lembah Harau kerap menjadi lokasi destinasi wisata para pelancong.
Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara sudah pernah menginjakkan kaki di sini.
Baca juga: Wisata Alam Tersembunyi di Selama Perak, Malaysia, Ada Kegiatan Outdoor Rafting dan Abseiling
Dari catatan sejarah, wisatawan sudah ke sana sejak zaman Belanda.
Hal itu dibuktikan dari adanya monumen peninggalan Belanda di kaki Air Terjun Sarasah Bunta yang menunjukkan bahwa tempat ini telah dikenal sejak tahun 1926.
Aktivitas Wisata
Karena lokasinya merupakan kawasan perbukitan, wisatawan yang berkunjung ke Lembah Harau bisa melakukan trekking atau hiking menuju puncak tebing dengan jalur yang menantang selama 1 hingga 1,5 jam untuk menikmati panorama dari atas.
Area ini juga populer untuk olahraga panjat tebing, karena formasi batu granitnya yang curam dan menarik.
Namun, jika Anda hendak melakukan panjat tebing, tentu harus membawa peralatan yang lengkap.
Baca juga: Pemandian Alam Lae Kumennir, Cocok Jadi Lokasi Berlibur Bersama Teman dan Keluarga
Anda juga membutuhkan pendamping yang profesional jika akan melakukan panjat tebing di sini.
Selain pesona alam, kini Lembah Harau menawarkan daya tarik wisata kekinian seperti miniatur kota-kota Eropa, Jepang, dan Korea yang menarik pengunjung muda dan keluarga.
Budaya dan Masyarakat
Kecamatan Harau dikenal sebagai daerah pertanian, terutama petani padi dan penghasil gambir, bahan baku untuk obat-obatan dan pewarna kain.
Penduduk lokal menjaga kelestarian alam dan budaya di kawasan ini yang menjadi sumber ekonomi wisata dan pertanian.
(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Lembah-Harau-Sumatera-Barat.jpg)