Berita Viral

3 Anggota OPM Tewas Ditembak TNI, Penembak Serda Ramadhan, Lettu Reski Sidabutar, dan Sertu Rizky

Prajurit TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Kolase Istimewa
Prajurit TNI melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Ketiga anggota KKB/OPM itu tewas diberondong peluru. Senjata yang digunakan OPM/KKB tersebut diduga senjata rampasan dari mendiang Serda M Ramadhan, Lettu Inf Reski Sidabutar, dan Sertu Rizky, yang gugur pada Selasa (17/12/2019) dan Kamis (19/12/2019) lalu. (Kolase Istimewa) 

Rangkaian Kronologi 3 Anggota KKB/OPM Pembunuh Anggota TNI Tewas Diberondong Peluru. Senjata yang Digunakan OPM Diduga Rampasan dari Senjata Api (Senipi) Serda M Ramadhan, Lettu Inf Reski Sidabutar, dan Sertu Rizky, yang gugur pada Selasa (17/12/2019) dan Kamis (19/12/2019) lalu.

TRIBUN-MEDAN.COM - Prajurit TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Operasi ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut.

Tindakan ini juga merupakan tindak lanjut atas insiden gugurnya prajurit TNI dalam operasi di Wilayah Ugimba pada tahun 2019 lalu, yang saat itu mengakibatkan hilangnya satu pucuk senjata api jenis SS2 V4. 

Operasi ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk menegakkan kedaulatan negara serta merebut kembali senjata milik negara yang dirampas oleh gerombolan separatis OPM tersebut.

Dalam operasi ini sempat terjadi tindakan perlawanan bersenjata dari gerombolan OPM, sehingga dengan terpaksa prajurit TNI melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tewasnya 3 orang anggota OPM. 

Ketiganya yaitu: Ado Wanimbo, Meni Wakerw alias Jumadon Wakerdan, dan satu orang lainnya masih dalam proses identifikasi.

Ado Wanimbo diketahui sebagai Danwil Ugimba Kodap VIII Kemabu OPM. Namanya masuk dalam DPO Polres Mimika melalui surat DPO/36/IV/2017/Reskrim tertanggal 30 April 2018.

PRAJURIT TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam operasi ini, tiga orang anggota OPM tewas ditembak. (Dok Puspen TNI)
PRAJURIT TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam operasi ini, tiga orang anggota OPM tewas ditembak. (Dok Puspen TNI) 

Dari lokasi kejadian, prajurit TNI berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 1 pucuk senjata api jenis SS2 V4 dengan nomor senjata BF.CS 024739 beserta teleskop Trijicon SN: 923632, yang diketahui merupakan milik anggota TNI yang gugur pada tahun 2019 di sektor Ugimba, 1 pucuk senapan angin, 3 buah magazen (2 magazen M16 dan 1 magazen SS), 64 butir munisi kaliber 5,56 mm, 4 unit handphone, 1 buah dompet, 2 power bank, 1 buah emas, 1 senter kepala, alat dan perlengkapan lainnya (kapak, parang, ketapel, korek api), dokumen pribadi/KTP dan uang tunai jutaan rupiah, 2 buah noken dan 1 buah tas selempang.

Dalam keterangan tertulis Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan, bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tugas Pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Lebih lanjut Kapuspen TNI menegaskan bahwa seluruh tindakan prajurit TNI dalam operasi ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

”Keberhasilan ini membuktikan bahwa setiap tindakan prajurit TNI dalam menghadapi kelompok bersenjata dilaksanakan secara profesional, terukur, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan,"jelasnya.

Ditemukannya senjata organik milik prajurit TNI yang gugur menjadi bukti nyata kekejaman kelompok separatis OPM yang merampas senjata setelah melakukan pembunuhan.

"Namun demikian, di luar aspek penindakan, TNI tetap konsisten mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis sebagai bagian dari upaya membangun stabilitas jangka panjang di Papua,”ujarnya.

TNI terus memperkuat perannya sebagai penjaga kedaulatan serta melindungi segenap masyarakat di tanah Papua, melalui pendekatan humanis, dialogis dan berlandaskan peratuaran perundang-undangan.

"TNI tetap menyambut dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali ke pangkuan NKRI dan bersama sama membangun Papua demi masa depan masyarakat Papua yang lebih damai dan sejahtera,"pungkasnya.

Pelaku Penembak Serda M Ramadhan.

Para pelaku diduga sebagai penembak anggota TNI di Ugimba pada Desember 2019 lalu yang menyebabkan 3 anggota TNI gugur dan 3 lainnya terluka.

Ketiga anggota TNI yang gugur di daerah Putigapa, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Desember 2019 tersebut ialah:

  1. Serda M Ramadhan, gugur pada Kamis (19/12/2019) 
  2. Lettu Inf Reski Sidabutar, gugur pada Selasa (17/12/2019).
  3. Sertu Rizky, gugur pada Selasa (17/12/2019).

Terluka:

  1. Serda Gunawan.
  2. Letda Inf Arif Aria
  3. Serda Ari Budiarta.
PRAJURIT TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam operasi ini, tiga orang anggota OPM tewas ditembak. (Dok Puspen TNI)
PRAJURIT TNI kembali melaksanakan operasi penindakan secara terukur dan profesional terhadap OPM pada hari Kamis (31/7/2025) di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam operasi ini, tiga orang anggota OPM tewas ditembak. (Dok Puspen TNI)

Rangkuman Rangkaian Kejadian

Kamis, 31 Juli 2025:

- Prajurit TNI melaksanakan operasi penindakan di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Operasi ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat tentang keberadaan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

- Operasi ini juga merupakan tindak lanjut atas insiden gugurnya Prajurit TNI dalam Operasi di Wilayah Ugimba pada tahun 2019, yang mengakibatkan hilangnya satu pucuk senjata api jenis SS2 V4.

- Dalam operasi tersebut, terjadi perlawanan bersenjata oleh gerombolan OPM. Prajurit TNI melakukan tindakan tegas yang mengakibatkan tewasnya tiga anggota OPM, yaitu Ado Wanimbo, Meni Wakerw alias Jumadon Wakerdan, dan satu orang lainnya yang masih dalam proses identifikasi.

- Ado Wanimbo diketahui sebagai Danwil Ugimba Kodap VIII Kemabu OPM dan masuk dalam DPO Polres Mimika melalui surat DPO/36/IV/2017/Reskrim tertanggal 30 April 2018.

Barang Bukti yang Diamankan:

- 1 pucuk senjata api jenis SS2 V4 dengan nomor senjata BF.CS 024739 beserta teleskop Trijicon SN: 923632 (milik anggota TNI yang gugur pada tahun 2019 di sektor Ugimba).

- 1 pucuk senapan angin.

- 3 buah magazen (2 magazen M16 dan 1 magazen SS).

- 64 butir munisi kaliber 5,56 mm.

- 4 unit handphone.

- 1 buah dompet.

- 2 power bank.

- 1 buah emas.

- 1 senter kepala.

- Alat dan perlengkapan lainnya (kapak, parang, ketapel, korek api).

- Dokumen pribadi/KTP dan uang tunai jutaan rupiah.

- 2 buah noken dan 1 buah tas selempang.

Pernyataan Kapuspen TNI:

- Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tugas Pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

- Seluruh tindakan prajurit TNI dalam operasi ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

- Keberhasilan ini membuktikan bahwa setiap tindakan prajurit TNI dalam menghadapi kelompok bersenjata dilaksanakan secara profesional, terukur, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

- Ditemukannya senjata organik milik prajurit TNI yang gugur menjadi bukti nyata kekejaman kelompok separatis OPM yang merampas senjata setelah melakukan pembunuhan.

- Di luar aspek penindakan, TNI tetap konsisten mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis sebagai bagian dari upaya membangun stabilitas jangka panjang di Papua.

Komitmen TNI:

- TNI terus memperkuat perannya sebagai penjaga kedaulatan serta melindungi segenap masyarakat di tanah Papua melalui pendekatan humanis, dialogis, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan.

- TNI tetap menyambut dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali ke pangkuan NKRI untuk bersama-sama membangun Papua demi masa depan masyarakat Papua yang lebih damai dan sejahtera.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: 2 Anggota OPM Egianus Kogoya Tewas Ditembak, Kontak Senjata TNI dengan Kelompok OPM di Yahukimo

Baca juga: PENGKHIANATAN Bripda LO, Jual Amunisi ke KKB/OPM Sejak 2017 di Intan Jaya Papua

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved