Berita Viral

DAFTAR NAMA Anggota TNI Diperiksa Terkait Kematian Prada Lucky, 4 Orang Telah Ditahan POM AD

Daftar Nama Anggota TNI Diperiksa Terkait Kematian Prada Lucky, 4 Orang Telah Ditahan POM AD

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Tangkapan layar Facebook @Pilipus Bangngu
TNI TEWAS DIDUGA DIANIAYA SENIOR - Sersan Mayor Christian Namo, ayah Prada Lucky Chepril Saputra tuntut keadilan anak tewas diduga dianiaya senior. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di balik seragam loreng militer, Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo, sempat menyimpan harapan besar untuk mengabdi sebagai prajurit TNI, mengikuti jejak ayahnya, Sersan Mayor (Serma) Kristian Namo.

Pemuda berusia 23 tahun ini baru 2 bulan menjadi anggota TNI AD dan bergabung dengan Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan/834 Wakanga Mere (Yonif TP/834/WM) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Namun, takdir berkata lain. Pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 WITA, Prada Lucky menghembuskan napas terakhir di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Suasana duka menyelimuti rumah dinas di Asten Kuanino, Kota Kupang, NTT, tempat jenazah Prada Lucky Namo disemayamkan pada, Sabtu (9/8/2025).

Jenazah Prada Lucky Namo kemudian dimakamkan Sabtu siang (9/8/2025) di Pemakaman Umum Kapadala, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pemakaman akan didahului ibadat pemakaman sebelum diserahkan ke TNI untuk dimakamkan secara militer.

KEMATIAN PRADA LUCKY: Kasus kematian Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) mengguncang TNI. Ayah Prada Lucky Namo mengungkapkan kekecewaannya, Rabu (6/8/2025). (KOLASE POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
KEMATIAN PRADA LUCKY: Kasus kematian Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) mengguncang TNI. Ayah Prada Lucky Namo mengungkapkan kekecewaannya, Rabu (6/8/2025). (KOLASE POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Kepergiannya menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang mengenalnya sebagai pribadi yang hangat dan penuh semangat.

Kisahnya bermula dari sebuah malam di akhir Juli, ketika ia menjalani pemeriksaan internal terkait dugaan pelanggaran disiplin.

Dalam situasi yang penuh tekanan, Prada Lucky sempat melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah seorang ibu asuh—seseorang yang ia percayai dan anggap sebagai keluarga.

Setelah kembali ke markas, kesehatannya mulai menurun. Muntah-muntah, kadar hemoglobin yang rendah, hingga akhirnya harus dirawat intensif di ruang ICU.

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi Prada Lucky kembali kritis dan tak tertolong.

Sosok Lucky adalah simbol dari harapan yang tumbuh di tengah kerasnya kehidupan militer.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa di balik institusi dan aturan, ada manusia yang butuh perlindungan, empati, dan keadilan.

Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa ia tewas akibat penganiayaan oleh seniornya.

Peristiwa ini tidak hanya mengguncang institusi TNI, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang budaya kekerasan di lingkungan militer.

kasus kematian prada lucky namo
KEMATIAN PRADA LUCKY: Kasus kematian Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) mengguncang TNI. Ayah kandung Prada Lucky Namo (kanan) mengungkapkan kekecewaannya, Rabu (6/8/2025). (KOLASE POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Lantas, Bagaimana Perkembangan Kasus Kematian Prada Lucky?

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan bahwa sekitar 24 orang telah diperiksa terkait kasus meninggalnya prajurit TNI AD di Nusa Tenggara Timur, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved