Berita Medan

Transaksi PayLater di Medan Naik 87 Persen, Anak Muda Paling Banyak Pakai

Pertumbuhan ini menempatkan Medan sebagai salah satu pusat ekonomi digital terbesar di luar Jabodetabek.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Dok. Telkomsel
Ilustrasi- Layanan pembayaran tunda (paylater) semakin populer di Medan dan Sumatera Utara, khususnya kalangan muda. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Layanan pembayaran tunda (paylater) semakin populer di Medan dan Sumatera Utara, khususnya kalangan muda.

Meski sebagian masyarakat masih menganggap paylater identik dengan perilaku boros, data dan pengalaman lapangan menunjukkan banyak pengguna justru memanfaatkannya untuk kebutuhan produktif dan pengelolaan keuangan harian.

Data Kredivo mencatat, sepanjang 2022–2024 jumlah pengguna aktif di Medan tumbuh 57,85 persen, sementara nilai transaksi meningkat signifikan hingga 87,34 persen. 

Pertumbuhan ini menempatkan Medan sebagai salah satu pusat ekonomi digital terbesar di luar Jabodetabek.

SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan bahwa secara demografi, mayoritas pengguna Kredivo di Medan berada pada rentang usia 18–35 tahun. 

“Perbedaan dari daerah lain, Medan itu sangat bersemangat, pertumbuhannya sangat cepat. Bahkan dari kota lainnya, di Medan melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Medan menjadi salah satu kota terbesar Kredivo di luar Jabodetabek, bersama Surabaya,” ujarnya.

Mayoritas pengguna di Medan memanfaatkan tenor pembayaran 1 bulan dengan bunga 0 persen, yang pada 2024 naik 57 persen dibanding 2022.

Fasilitas ini digunakan untuk belanja kebutuhan rumah tangga, elektronik, tiket perjalanan, hingga modal usaha kecil.

Indina menegaskan, penggunaan paylater sebaiknya diarahkan ke hal produktif. 

“Penggunaannya seperti apa balik ke pengguna. Tapi kami selalu mengimbau untuk penggunaan yang lebih produktif. Handphone misalnya, sekarang jadi kebutuhan produktif. Tapi tetap kami beri limit sesuai kemampuan. Misalnya ada limit Rp50 juta, tidak akan kami berikan tenor 3 bulan. Dari sisi ini kami menjaga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, secara sistem Kredivo terus memperkuat keamanan pengguna.

“Tapi di sisi lain, kami terus mengampanyekan agar pengguna bijak menjaga data-data pribadi. Dari sisi transaksi, ada limit yang juga dicairkan tidak bisa lebih dari 80 persen. Kalau kami melihat ada transaksi mencurigakan, akan langsung kami blokir sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Meluruskan Mitos dan Edukasi

Indina mengakui masih banyak masyarakat yang beranggapan Kredivo sama seperti pinjaman daring atau pinjol ilegal. 

“Salah satu dampak terbesar adalah miskonsepsi ini. Dari sisi bisnis, sudah tentu berbeda dengan pinjaman daring. Kami edukasi kepada masyarakat lebih luas lagi bahwa konsep Kredivo berbeda dengan pinjol. Kredivo resmi terdaftar di OJK,” tegasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved