Piala Kemerdekaan

Pertandingan Indonesia Lawan Mali Dihadiri 21.999 Penonton

Pada pertandingan ini, setidaknya ada 21.999 penonton yang hadir menyaksikan duel kesebelasan tersebut. 

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
PIALA KEMERDEKAAN: Suasana Stadion Utama Sumatra Utara (SUSU) dipenuhi suporter Indonesia jelang pertandingan Indonesia melawan Mali di Piala Kemerdekaan 2025, Senin (18/8/2025). 

Memasuki babak kedua, Timnas Mali langsung bermain cepat. Pasukan Garuda Muda langsung dipukul mundur ke lini pertahanannya. 

Hingga pada menit 48, Timnas Mali nyaris memperbesar kedudukan usai tandukan N'Djicoura Raymond masuk ke gawang Dafa Al Gasemi.

Namun, wasit Tran Ngoc Anh menganulir gol tersebut, akibat adanya sentuhan yang dianggap pelanggaran. 

Kendati begitu, dominasi Mali tak sampai disitu. Mereka terus mengurung Panji dan kawan-kawan di area pertahanannya. 

Meski Indonesia terus dalam tekanan Mali, para suporter  yang hadir tetap semangat memberikan dukungan.

Sorak-sorai dan lantunan yel-yel terus bergemuruh di sepanjang pertandingan. 

Tak kunjung mampu keluar dari tekanan, membuat Nova Arianto memutar otak dan menarik sekaligus 3 pemainnya di menit ke 56.

Fadly Alberto, Mierza, Evandra ditarik keluar digantikan Zahaby Gholy, Rafi Rasyiq dan Ilham Romadhona. 

Meski melakukan pergantian pemain, tak membuat keadaan Indonesia membaik begitu saja. Justru tekanan yang dilakukan Mali semakin intens ke pertahanan Indonesia. 

Pada menit ke-66, sang penjaga gawang Indonesia melakukan kesalahan fatal setelah berani bermain di area pertahanan sendiri.

Dafa Al Gasemi salah memberikan umpan, bola yang disodorkannya tertuju ke N'Djicoura Raymond. 

Melihat Dafa yang sudah keluar dari sarangnya, N'Djicoura Raymond memutuskan untuk melepas tembakan kaki kanan, namun dewi fortuna masih bersama Indonesia, tendangan N'Djicoura masih melenceng dari gawang. 

Di menit ke-72, Indonesia mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik. Kerja sama antara Rafi dan Zahaby Gholy berhasil membuat pertahanan Mali kerepotan.

Hal ini membuat Tiemoko melakukan pelanggaran terhadap Rafi. 

Wasit asal Vietnam yang memimpin pertandingan pun akhirnya mengeluarkan kartu kuning pertama pada laga ini. Kartu itu dihadiahkan kepada Tiemoko. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved