Keluarga Buddhayana Indonesia Sumut pusatkan waisak bersama di Vihara Sakyamula

Keluarga Buddhayana Indonesia Sumut pusatkan waisak bersama di Vihara Sakyamula.

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Keluarga Buddhayana Indonesia Sumut pusatkan waisak bersama di Vihara Sakyamula. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Sumut mengelar kegiatan waisak bersama di vihara Sakyamula Pematang Siantar pada tanggal 20 Juni 2026 mendatang. Kegiatan Waisak bersama ini sendiri menjadi puncak kegiatan Waisak di wilayah Sumatera Utara bersama KBI, serangkaian kegiatan Waisak di antaranya kegiatan Waisak Umat Karo, Waisak Umat Tamil, Yufo Bus Keliling, Waisak di Candi Bahal, Waisak goes to Mall, Waisak Fair di Tebing Tinggi dan pradaksina keliling kota di sejumlah Kota/ kabupaten menjadi ciri khas menarik kegiatan Waisak KBI yang penuh warna dan makna. 


Kegiatan Waisak bersama  bertajuk Waisak Harmoni Buddhayana ini sepenuhnya didukung organisasi induk Sangha Agung Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, sekber Yayasan Buddhayana Indonesia, dan badan otonom Wanita Buddhist Indonesia, Sekber Pemuda Buddhayana Indonesia, Wulan Bahagia, Sarjana dan profesional Buddhist Indonesia (SIDDHI) Medan dan Pimpinan Cabang organisasi terkait.


Kegiatan Waisak bersama ini akan berlangsung dua sesi yakni seksi seremonial jam 15 dan seksi ritual jam 18 dengan rangkaian kegiatan utama Pradaksina dan Yifo.
Sejalan dengan hal tersebuf, dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 TB / 2026, Sangha Agung Indonesia  secara resmi mengumumkan tema nasional Waisak tahun ini, yaitu “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia.” Tema ini menegaskan pentingnya cinta kasih universal sebagai fondasi perdamaian di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.


Peringatan Waisak dalam rangka mengenang tiga peristiwa luhur dalam kehidupan Buddha Sakyamuni yakbi kelahiran Bodhisattva Siddhartha di Taman Lumbini, pencapaian Pencerahan Sempurna di Bodhgaya, serta Mahaparinibbana di Kusinara menjadi landasan spiritual bagi umat Buddha untuk memperdalam penghayatan terhadap Dharma dan menumbuhkan kualitas batin yang penuh welas asih.


Umat Buddha merayakan rangkaian peringatan waisak dengan pelafalan paritta, sutta, dan gatha sebagai wujud penghormatan dan pembinaan batin. Melalui praktik-praktik devosional tersebut, umat diajak merenungkan kembali pesan Buddha mengenai cinta kasih tanpa batas sebagaimana diajarkan dalam Metta Sutta (Sutta Nipata, syair 150): cinta yang dipancarkan ke seluruh penjuru, tanpa rintangan, tanpa kebencian, tanpa permusuhan.


Ketua Umum Khemacaro Mahathera, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa Waisak bukan sekadar peringatan ritual, melainkan momentum penting untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Beliau menyampaikan bahwa perdamaian dunia tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan eksternal, tetapi harus bermula dari kebersihan batin dan cinta kasih yang dipraktikkan setiap individu.


“Ketika kita menumbuhkan cinta kasih di dalam diri, kita sesungguhnya sedang membangun jembatan perdamaian bagi dunia,” ungkap beliau dalam pesan Waisak yang disampaikan secara nasional.


Tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” mengajak umat Buddha untuk menerapkan Dharma secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari: memandang sesama dengan welas asih, menghindari konflik, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan keharmonisan melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan.


Melalui peringatan Waisak 2570 TB / 2026 ini, Sangha Agung Indonesia menyerukan kepada seluruh umat Buddha di Indonesia agar menjadikan cinta kasih sebagai energi utama dalam menciptakan dunia yang lebih damai, seimbang, dan penuh harapan.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved