Breaking News

Jestham Traktir: Rezeki Tak Terduga untuk Abang Ojol yang Ingin Membahagiakan Ibunda

Jestham Traktir: Rezeki Tak Terduga untuk Abang Ojol yang Ingin Membahagiakan Ibunda

Tayang:
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Sumber: youtube/@ownerjestham 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam episode spesial Jestham Traktir yang penuh kehangatan, kebaikan kembali dihadirkan dalam momen yang tak terduga. Kali ini, sorotan jatuh pada seorang driver ojol yang sedang dilanda kebimbangan dalam hidupnya. Tanpa disadarinya, hari biasa yang dijalaninya akan berubah menjadi momen yang mengharukan dan penuh makna.(14/07/25) 

 

Awalnya, Jestham mendatangi Abang driver tersebut dengan menyamar sebagai customer. Setelah percakapan singkat, kejutan pun dibuka. Dengan penuh antusias, Jestham mengajaknya untuk berbelanja kebutuhan pokok secara gratis di sebuah minimarket, namun dengan batas waktu hanya 2 menit. Kebingungan dan rasa tidak percaya tampak jelas di wajah Abang ojol ini, sebelum akhirnya Ia menerima tawaran menggiurkan itu.

Sujud Syukur Abang Ojol, Tujuan Mulia Membawa Berkah
Sujud Syukur Abang Ojol, Tujuan Mulia Membawa Berkah (TRIBUN MEDAN)

Dengan semangat dan diburu waktu, Abang ojol berlarian memenuhi keranjangnya. Prioritas utama Ia jatuhkan pada beras, minyak goreng, telur, dan mi instan sebagai kebutuhan pokok paling dasar. Tak lupa, Ia juga mengambil sabun cuci dan beberapa jajanan kecil. Suasana pun menjadi riuh dan penuh tawa melihat usahanya yang begitu semangat namun gemetar karena terkejut.

 

Usai sesi berbelanja singkat yang mendebarkan, Jestham pun mengajaknya berbincang lebih dalam. Dari obrolan hati ke hati itu, terungkaplah pergolakan batin yang sedang dialaminya. Pria berusia 27 tahun itu sedang dihadapkan pada pilihan sulit, meneruskan bekerja sebagai driver ojol atau beralih menjadi karyawan pabrik. Baru saja semalam Ia bertengkar hebat dengan sang kakak yang memintanya untuk tetap setia menjadi driver ojol, karena sang kakak mengerti kondisi fisiknya yang mungkin tidak terlalu kuat untuk bekerja di pabrik.

 

Fakta lain yang membuat hati terenyuh adalah pengakuan Abang ini, bahwa Ia adalah seorang anak angkat. Kedua orang tua kandungnya telah tiada, namun Ia memilih untuk tetap setia tinggal dan membahagiakan orang tua angkatnya yang telah membesarkannya dengan penuh kasih. Impian terbesarnya adalah dapat mengumrohkan sang Ibu angkat yang sangat disayanginya, meski impian itu sempat tertunda karena Ia juga berencana untuk menikah dalam waktu dekat.

 

Tanpa diduga, Jestham kembali memberikan kejutan yang lebih besar. Selain semua barang belanjaan yang telah dikumpulkan, Jestham juga memberikan sejumlah bantuan tunai tambahan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan impian mulianya mengumrohkan sang Ibu dan juga sebagai bekal untuk pernikahannya. Abang ojol pun tak bisa menyembunyikan haru dan rasanya yang campur aduk, dari yang semula bimbang kini mendapat kejutan rezeki yang tak terduga.

 

Jestham pun memberikan nasihat bijak tentang pertikaiannya dengan sang kakak. Ia menekankan bahwa seorang kakak bisa marah, tetapi tidak akan pernah membenci adiknya. Justru, kakak adalah orang yang paling sedih jika melihat adiknya jatuh. Jestham, yang juga seorang kakak, mengajaknya untuk segera berbaikan dan meminta maaf, karena pertengkaran itu pastinya menyakiti kedua belah pihak.

 

Cerita ini ditutup dengan pesan yang dalam tentang arti keluarga, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap jalan hidup yang dipilih pasti ada rezekinya. Pertemuan dengan Jestham bukan hanya membawa berkah materi, tetapi juga menjadi penengah dalam konflik keluarga dan penguat semangat bagi Abang ojol. Kisah ini membuktikan bahwa kebaikan yang tulus selalu datang di saat yang paling tepat, mengubah kebimbangan menjadi harapan dan pertengkaran menjadi pengertian.(*)


Referensi
https://www.youtube.com/watch?v=rLIBNdC5mGQ

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved