Ramadhan 2024
Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Tradisi atau kebiasaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi penyambutan bagi bulan suci yang akan datang.
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com – Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tidak mengherankan jika masyarakat Indonesia sangat antusias dalam merayakan bulan Ramadan (puasa Ramadan) , sehingga tak heran, ada banyak tradisi di berbagai daerah.
Tradisi atau kebiasaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi penyambutan bagi bulan suci yang akan datang, saat semua umat Muslim berpuasa Ramadan.
Apakah Anda salah satu orang yang selalu bersemangat menyambut bulan suci Ramadan dan mempraktikkan tradisi-tradisi berikut ini? Berikut ini adalah beberapa tradisi unik untuk menyambut puasa Ramadan dari berbagai daerah.
1. Meugang - Aceh
Dijuluki Serambi Mekkah, kota ini memiliki sejumlah tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadan, salah satunya adalah Meugang. Dikenal juga dengan sebutan Makmeugang atau Haghi Mamagang, tradisi ini berlangsung selama bulan Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.
Meugang dimulai sekitar abad ke-14, pada masa Kerajaan Aceh Darussalam. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membeli daging di pasar, namun ada juga yang menyembelih sendiri.
Daging tersebut kemudian dihidangkan dengan hidangan terbaik dan disantap bersama keluarga, kolega (meugang kantor) dan warga desa (meugang di Gampong).
2. Malamang - Sumatra Barat
Masyarakat Minang sangat antusias menyambut bulan Ramadan. Di Sumatera Barat, bulan sebelum puasa sering disebut sebagai bulan lemang (lamang), karena masyarakat Minang umumnya menjalankan tradisi atau membuat lemang.
Lemang adalah makanan tradisional yang terdiri dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam batang bambu panjang, diapit di antara daun pisang, dan dibakar.
Tradisi membuat lemang ini terkenal di beberapa daerah, antara lain Padang, Pariaman, Padang Pariaman, dan Painan. Selain saat bulan puasa, lemang juga sering dijadikan makanan saat hajatan dan acara-acara kekerabatan.
3. Pacu Jalur - Riau
Ada yang menarik dari Riau selama bulan Ramadan, yakni Masyarakat Riau melakukan pacu jalur, sebuah tradisi olahraga dan kekeluargaan.
Tradisi unik ini merupakan lomba mendayung perahu sepanjang 40 meter di Sungai Kuantan yang melibatkan 40 hingga 60 peserta.
Puluhan pria mendayung perahu yang terawat baik untuk beradu kecepatan. Tradisi ini telah dipraktekkan selama bulan Ramadan dan hari besar Islam, terutama di masyarakat Kabupaten Singingi, Kuantan, tetapi sekarang diadakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Jika Anda berkunjung ke Riau, tradisi menarik ini wajib Anda saksikan.
| Perkumpulan Sinar Buddha Indonesia Sumut Gelar Buka Puasa Bersama 157 Anak Panti Asuhan |
|
|---|
| Berita Foto: Belanja Baju Lebaran Bersama Gerakan Istiqomah Sadaqoh, 42 Anak Yatim Piatu Bergembira |
|
|---|
| Berita Foto: COCOK Jadi Menu Berbuka Puasa, Ini Lokasi Berburu Serabi di Kota Medan |
|
|---|
| Viral di Medsos, Semangka Upin Ipin yang Dibuat Mahasiswa Ini Jadi Takjil Paling Diburu Warga Medan |
|
|---|
| Berikut 5 Minuman Legendaris di Kota Medan yang Cocok untuk Berbuka Puasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Malamang-tradisi-menyambut-Ramadan-dari-daerah-Sumatra-Barat.jpg)