Berita Asahan Terkini
Santri di Kisaran Diperas dan Dianiaya Alumni, Yayasan Tegaskan Pelaku Sudah Dikeluarkan
Tiga santri mengaku dianiaya dan diperas oleh seorang pengabdi berinisial RGRS di salah satu pesantren di Kelurahan Sentang, Kisaran Timur.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Tiga orang santri mengaku dianiaya dan diperas oleh seorang pengabdi berinisial RGRS di salah satu pesantren di Kelurahan Sentang, Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
Ketiga santri tersebut mengaku diperas oleh RGRS (selanjutnya disebut Gilang) sejak empat bulan terakhir.
Modus yang digunakan adalah dengan memaksa santri merokok, kemudian memfoto mereka.
Foto merokok tersebut menjadi alat bagi pelaku untuk memeras para korban agar tidak dilaporkan kepada guru bimbingan konseling.
Hasilnya, Gilang meminta uang dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu, untuk kebutuhan pribadinya.
Bila tidak diberikan, para santri akan dianiaya dan disiksa dengan cara dipukul hingga ditendang.
Respons Yayasan dan Proses Kekeluargaan
Perbuatan keji tersebut dikecam oleh Pesantren Yayasan Pendidikan Quran (YPQ) Kisaran. Melalui Ketua Yayasan, Edy Sucipno, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku merupakan tindakan yang berseberangan dengan nilai-nilai pesantren.
Edy Sucipno menjelaskan bahwa pelaku bukan ustaz atau pengasuh tetap, melainkan alumni pesantren yang sedang menjalani masa pengabdian selama dua bulan sebelum peristiwa ini terjadi.
Meskipun demikian, Edy mengklaim bahwa masalah ini sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Pertama yang perlu kita ketahui, bahwa tindakan yang dilakukan oleh saudara Rizky Gilang sudah selesai secara kekeluargaan. Dan Rizky Gilang juga bukan salah satu dari ustaz atau pengasuh yang ada di pondok pesantren kita," kata Ketua YPQ, Edy Sucipno.
Setelah Yayasan mendapat laporan dari orang tua santri, mereka langsung memproses secara verbal dengan menghadirkan Gilang bersama seluruh pengurus.
"Tuntutan orang tua, saudara Gilang pada malam hari itu harus segera dikeluarkan dari Pesantren," katanya.
Edy memastikan bahwa permintaan pengeluaran pelaku dari lingkungan pesantren sudah dilakukan oleh pengurus dan yayasan.
Bentuk Komitmen Pesantren
Edy Sucipno menjelaskan langkah-langkah yang diambil pesantren sebagai bentuk komitmen, sekaligus memenuhi permintaan orang tua korban:
-
Pengeluaran Pelaku: Gilang sudah dikeluarkan dari lingkungan pesantren.
-
Permintaan Maaf dan Ganti Rugi: Pelaku bersedia meminta maaf dan mengganti uang milik para santri, karena tindakan ini dilakukannya secara pribadi, bukan atas nama pesantren.
-
Pembinaan Korban: Korban-korban dari perlakuan keji ini kini tetap terdaftar sebagai santri YPQ. Mereka disekolahkan secara home schooling dan mendapatkan pembinaan langsung dengan menghadirkan psikolog.
-
Jaminan Pendidikan: Pesantren akan menyekolahkan korban hingga tamat secara gratis tanpa dipungut biaya.
-
Efek Jera: Pihak yayasan sudah menyampaikan kepada santri agar kejadian serupa tidak terulang.
-
Adat Songgot: "Yang keempat, adanya tradisional songgot (pemulihan adat). Ini yang belum kami lakukan, tapi kami akan lakukan."
"Untuk upaya kami, sudah menghadirkan semua keluarga korban bersama orang tua pelaku dan Gilang itu sendiri. Dengan sudah saling memaafkan," pungkas Edy Sucipno.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| 18 SPPG Kabupaten Asahan Ditutup Sementara, Siswa Tak Dapat MBG |
|
|---|
| Terduga Begal Babak Belur Dihajar Warga di Asahan, Ditemukan Sebilah Sajam di Dalam Tas |
|
|---|
| Pemuda di Asahan Ditembak Polisi Usai Bobol Rumah Pendeta |
|
|---|
| Lawan Polisi, Pembobol Rumah Pendeta di Kisaran Dilumpuhkan dengan Timah Panas |
|
|---|
| Polisi Disiram Bensin, Penangkapan Bandar Narkoba di Kisaran Ricuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemerasan-Santri-di-Kisaran_Penganiayan-dan-Pemerasan-Santri_.jpg)