Berita Asahan Terkini

Akses Jalan 20 Tahun Rusak, Puluhan Emak-emak di Asahan Blokir Jalan

Puluhan emak-emak beserta warga Desa Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, menggelar aksi unjuk rasa.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
TUTUP AKSES JALAN - Masyarakat yang didominasi emak-emak menutup akses Jalan Besar Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan menuntut jalan segera diperbaiki, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Puluhan emak-emak beserta warga Desa Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir akses jalan utama.

Aksi pemblokiran ini dipicu oleh kekecewaan warga lantaran jalan provinsi tersebut tak kunjung diperbaiki sejak pertama kali dibangun pada tahun 1992.

Selama lebih dari 20 tahun, masyarakat harus berhadapan dengan kondisi infrastruktur yang buruk dan lubang jalan yang lebar sehingga kerap memakan korban jiwa.

Pemblokiran yang berlangsung lebih dari dua jam ini sempat melumpuhkan aktivitas distribusi karena truk perkebunan tidak dapat melintas di jalur tersebut.

Warga menegaskan bahwa aksi ini bertujuan agar Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, turun langsung ke lokasi untuk memberikan kepastian terkait pembangunan jalan.

Setelah Bupati Asahan hadir dan berdialog langsung dengan para pengunjuk rasa di lapangan, warga akhirnya bersedia membuka kembali akses jalan tersebut.

Bupati Asahan Janji Prioritaskan Perbaikan Jalan Strategis pada Tahun 2027

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan perbaikan ruas jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Taufik, Jalan Besar Sei Silau Timur merupakan akses yang sangat strategis karena menghubungkan wilayah Kabupaten Asahan dengan Kabupaten Simalungun.

Selain sebagai jalur penghubung antar-kabupaten, kawasan tersebut juga merupakan pemukiman padat dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mengandalkan perdagangan.

Taufik mengakui bahwa kerusakan jalan dipicu oleh tingginya tonase kendaraan yang melintas sehingga melebihi kapasitas ketahanan jalan kabupaten kelas III dan IIB tersebut.

"Pasti tetap kami akan usulkan jalan ini di tahun 2027," ujar Taufik guna menenangkan keresahan warga pada Kamis (7/5/2026).

Pemerintah Kabupaten Asahan berjanji akan menjadikan akses jalan ini sebagai prioritas pembangunan demi kenyamanan dan keselamatan warga yang melintas.

Bupati memohon doa dan kesabaran dari masyarakat agar seluruh proses administrasi dan realisasi pembangunan di Kecamatan Buntu Pane dapat segera terwujud.

 

(cr2/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved