Sumut Terkini
Bank Sumut, Rasa Aman dan Kepercayaan di Ujung Jari
Meski telah menjadi nasabah sejak 2014, ia baru benar-benar akrab dengan mobile banking dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Kemudahan bertransaksi lewat ponsel jelas mengubah ritme hidup. Urusan yang dulu menuntut antrean panjang kini bisa selesai sambil duduk di rumah.
Namun, celah kejahatan siber ikut menganga. Karena itu, rasa aman tak bisa sepenuhnya dibebankan pada bank. Kewaspadaan pengguna adalah pagar pertahanan pertama.
Kebiasaan kecil tidak asal mengunduh aplikasi, menjaga kerahasiaan data, dan berpikir dua kali sebelum mengeklik tautan menjadi kunci.
Memasuki 2025, percepatan transformasi digital perbankan daerah semakin terasa, termasuk Bank Sumut.
Peningkatan fitur layanan digital, penguatan sistem keamanan transaksi, hingga inovasi layanan berbasis aplikasi menjadi bagian dari upaya perbankan menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada transaksi digital.
Dalam konteks ini, mempertebal pertahanannya lewat pengembangan infrastruktur keamanan dan kolaborasi dengan mitra teknologi. Sistem pendeteksi transaksi mencurigakan diterapkan untuk memantau aktivitas secara real-time.
Edukasi kepada nasabah terus dilakukan, mulai dari pengingat menjaga password dan OTP hingga imbauan waspada terhadap phishing. Layanan call center 24 jam juga disiapkan agar setiap laporan bisa segera ditindaklanjuti.
Perubahan itu dirasakan langsung oleh pengguna. Eko menilai perkembangan fitur mobile banking Bank Sumut meningkat signifikan, terutama setelah pembaruan aplikasi pada Desember 2025.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan dorongan nasional agar bank pembangunan daerah mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat ketahanan siber.
Bagi Bank Sumut, investasi pada keamanan bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan bagian dari upaya merawat kepercayaan publik. Pengakuan nasional di bidang inovasi digital patut diapresiasi, tetapi itu semestinya menjadi pemantik untuk melangkah lebih jauh, bukan titik berhenti.
Keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari banyaknya fitur atau secepat apa aplikasi berjalan. Ukurannya jauh lebih manusiawi, apakah nasabah merasa tenang saat bertransaksi.
Kepercayaan tumbuh dari akumulasi pengalaman, dari edukasi awal, aplikasi yang andal, hingga keyakinan bahwa bank benar-benar hadir melindungi. Di era digital, rasa aman bukan lagi pelengkap.
Ia telah menjadi kebutuhan primer. Transformasi sesungguhnya terjadi ketika kecanggihan teknologi berjalan seiring dengan ketenangan hati nasabah.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Bank Sumut
| Jadi Kurir 2 Kilogram Sabusabu Suruhan Bandar Narkoba di Langkat, Eko dan Malik Diringkus Polisi |
|
|---|
| Tokoh Tabagsel Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Tabagsel Bersatu |
|
|---|
| Kejati Sumut Periksa Jaksa dan Pengawal Tahanan Buntut Terdakwa Narkoba Kabur dari Penjara PN Stabat |
|
|---|
| OTT di Kominfo Kota Tebingtinggi, Diduga Keponakan Wali Kota dan 1 Pihak Swasta Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
| Sempat Heboh Kasus Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar Hamili Pegawai Bank, Akhirnya Sepakat Berdamai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BANK-SUMUT-Ilustrasi-penggunaan-layanan-mobile.jpg)