Peluang Datangkan Pemain Asing Liga 1, Rencana PSMS di Bursa Transfer Paruh Musim

PSMS Medan masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain asing pada bursa transfer paruh musim kompetisi Pegadaian Championship.

TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
LATIAHN PSMS - Tim PSMS Medan menggelar official training di Stadion Utama Sumatra Utara pada Sabtu (10/1) pagi. PSMS Medan masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain asing pada bursa transfer paruh musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan masih membuka peluang untuk mendatangkan pemain asing pada bursa transfer paruh musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Bahkan, pemain asing tersebut berpotensi berasal dari klub Liga 1 dan didatangkan dengan skema pinjaman.

Hal itu disampaikan langsung Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, saat menjadi narasumber dalam program Podcast Tendangan Bebas (Tebas) Tribun Medan yang digelar di Studio Redaksi Tribun Medan, Senin (12/1).

Fendi menjelaskan, hingga saat ini manajemen PSMS Medan memang belum mengambil keputusan untuk mengganti pemain asing yang ada. Menurutnya, pergantian pemain asing tidak selalu menjamin peningkatan kualitas tim secara signifikan. “Kenapa pemain asing tidak langsung diganti? Karena tidak menjamin juga bisa lebih baik,” ujar Fendi.

Meski demikian, ia mengakui bahwa manajemen telah menyiapkan satu slot pemain asing tambahan. Opsi tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi jika ada pemain dengan kualitas yang benar-benar sesuai kebutuhan tim. “Ada pemain asing dari Liga 1, makanya saya siapkan satu slot. Pinjaman juga (statusnya),” ungkapnya.

Pada bursa transfer paruh musim yang telah dibuka dan akan berakhir pada 6 Februari 2026 mendatang, PSMS Medan sejauh ini baru mengumumkan enam rekrutan anyar. Keenam pemain tersebut adalah Abdul Zaki Alim, Muhammad Fazri, Husein Anshori, Dani Saputra, Adlin Cahya, serta Ahmad Wadil.

Fendi menegaskan bahwa kebijakan transfer PSMS Medan dilakukan dengan sangat selektif dan berdasarkan kebutuhan tim, termasuk masukan dari tim pelatih. Ia tidak ingin melakukan pergantian pemain hanya karena faktor nama atau status semata.

“Saya selalu melihat, tidak harus mengganti kalau tidak lebih baik. Kalau menurut saya dan coach, tipis-tipis saja kualitasnya, ya lebih baik yang sekarang saja. Kecuali kualitasnya jauh lebih bagus, baru kita ganti,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, PSMS Medan berharap setiap pemain yang didatangkan benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi tim, terutama dalam upaya memperbaiki performa pada putaran kedua Pegadaian Championship musim ini. Manajemen PSMS Medan pun masih terus memantau perkembangan bursa transfer sambil menunggu peluang terbaik untuk memperkuat skuad Ayam Kinantan demi target bersaing di papan atas klasemen. 

Baca juga: PSMS Berharap Revitalisasi Stadion Teladan Segera Rampung

Coret Kardinata Tarigan

PEMAIN putra daerah, Kardinata Tarigan, resmi dicoret dari skuat Ayam Kinantan pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Informasi berakhirnya kebersamaan Kardinata Tarigan dengan PSMS Medan pertama kali mencuat melalui unggahan instastory akun Instagram pribadinya, @kardinatatarigan26, pada Selasa (13/1). Dalam unggahan tersebut, Kardinata membagikan foto dirinya saat mengenakan seragam PSMS Medan dan tengah beraksi di Stadion Utama Sumatera Utara.

Foto itu disertai tulisan singkat bernada perpisahan, “Sekian dan terima kasih,” yang langsung memantik perhatian para pendukung PSMS Medan. Unggahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masa bakti pemain asal Tanah Karo itu bersama klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara telah berakhir.

Kardinata merupakan pemain pertama yang diumumkan PSMS Medan pada awal musim 2025/2026. Statusnya sebagai putra daerah juga membuat kehadirannya diharapkan bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi Ayam Kinantan.

Saat dikonfirmasi, Kardinata Tarigan membenarkan bahwa kerja samanya dengan PSMS Medan resmi berakhir pada hari tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara dirinya dan manajemen klub. “Iya Bang, kerja sama itu berakhir hari ini, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Tadi sudah ngobrol juga sama manajer dan pelatih kepala,” ujar Kardinata kepada Tribun Medan melalui sambungan seluler, Selasa (13/1).

Lebih lanjut, Kardinata mengaku belum menentukan langkah selanjutnya dalam karier sepak bolanya. Untuk sementara, ia memilih beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. “Nantilah saya pikir-pikirkan sambil menunggu. Kayaknya sekarang mau berlibur dulu bersama istri, karena kemarin setelah menikah tidak sempat. Jadi mungkin Tuhan memberikan jalannya hari ini,” ungkapnya.

Meski sudah tidak lagi berseragam Ayam Kinantan, Kardinata menegaskan kecintaannya terhadap PSMS Medan tidak akan pernah pudar. Ia berharap klub kebanggaan Sumatera Utara tersebut bisa terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik. “Sukses terus buat PSMS. Semoga bisa lebih baik dan lebih dari musim sebelumnya. Walaupun kita putus kerja sama, tapi di hati tetap ada PSMS, karena ini kan tanah kelahiran saya,” katanya. (cr29/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved