Breaking News

Kejar Target PAD, Bapenda Kota Medan Studi Tiru Sistem Pajak Digital Denpasar

Badan Pendapatan Daerah Kota Medan terus berupaya mencari terobosan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
STUDI TIRU - Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian, memimpin kunjungan kerja studi tiru ke Bapenda Kota Denpasar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan terus berupaya mencari terobosan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Satu upaya langkah yang dilakukan yakni belajar langsung ke Kota Denpasar, Bali, yang dinilai berhasil menerapkan sistem digitalisasi pajak daerah secara modern dan efektif.

Kepala Bapenda Kota Medan, M Agha Novrian, memimpin kunjungan kerja studi tiru ke Bapenda Kota Denpasar sejak Selasa (9/6). Dalam kunjungan tersebut, Agha didampingi para kepala bidang dan Kasubbag Umum.

M Agha menjelaskan, dalam pertemuan itu, Bapenda Medan mempelajari berbagai strategi yang diterapkan Denpasar dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Fokus utama pembahasan adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak.

"Bapenda Denpasar memaparkan sejumlah program unggulan yang dinilai berhasil meningkatkan PAD. Mulai dari digitalisasi layanan perpajakan, sistem pengawasan pajak berbasis teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat penerimaan daerah," kata M Agha, Rabu (10/6). 

Baca juga: Bayar Pinjol, Cindy Didakwa Gelapkan Uang Rp 2 Milliar

Tak hanya itu, Bapenda Denpasar juga memperkenalkan sejumlah inovasi digital, seperti SIMPADA Terpadu, aplikasi mobile Pajak Digital (PAGI) Denpasar, hingga berbagai layanan pajak berbasis elektronik yang memungkinkan masyarakat mengakses pelayanan dengan lebih cepat, mudah, dan transparan.

Agha Novrian mengatakan, studi tiru tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelolaan pendapatan daerah sekaligus mempercepat transformasi digital pelayanan perpajakan di Kota Medan. "Banyak praktik baik yang kami peroleh dari Bapenda Kota Denpasar. Ini akan menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk diterapkan di Kota Medan, terutama dalam penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan optimalisasi penerimaan PAD," ujarnya.

Menurut Agha, komunikasi dan sinergi antardaerah menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendapatan yang terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang semakin modern.

Ia berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi referensi dalam merumuskan berbagai kebijakan dan inovasi baru guna meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved