Deli Serdang Terkini

Jumiati Menangis Tuntut Keadilan Setelah 2 Tersangka Pembunuh Anaknya Dilepas Polresta Deli Serdang

Kekecewaan yang mendalam dirasakan keluarga almarhum Muhammad Ilham, siswa SMP Negeri di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

|
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
ORANGTUA KORBAN - Kedua orangtua almarhum Muhammad Ilham menangis sambil menunjukkan foto-foto korban, Kamis (11/12/2025). Mereka menangis karena 2 dari 4 pelaku pembunuh anaknya telah dilepas polisi karena masa penahanan sudah habis. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Kekecewaan yang mendalam dirasakan keluarga almarhum Muhammad Ilham, siswa SMP Negeri di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang yang jadi korban pembunuhan. Setelah tahu, 2 dari 4 orang pelaku yang yang sempat ditangkap dan ditetapkan tersangka telah dilepas polisi keluarga sedih sekaligus kecewa. Satu diantara keluarga korban yang paling sedih adalah ibu korban, Jumiati (56). 

Saat ditemui di kediamannya di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam, Jumiati tidak henti-hentinya menangis. Ia tidak menyangka ada tersangka yang bisa dilepas. Padahal ia tahu pembunuhan dilakukan dengan begitu sadis. 

"Tolong lah Pak Prabowo, kami ini orang kecil. Kenapa ada yang bisa dibebaskan pelakunya. Padahal anakku sudah dibunuh, kejam kali mereka itu. Tolong Pak Jaksa, Pak polisi mana keadilan untuk kami," ucap Jumiati sambil menangis. 

Sambil menangis Jumiati pun sempat memegangi foto anaknya yang sudah meninggal itu. Disebut ia tahu kabar pertama kali tersangka bebas dari para tetangga dan saudara. Ia dan suami bilang sangat terkejut bahkan sampai tidak percaya diawal.

"Orang-orang ini bilang (tetangga dan saudara) sudah dilepas. Udah merokok-rokok tersangkanya itu di pinggir jalan. Mana keadilan untuk kami pak polisi," kata Jumiati. 

Sementara itu Rudi suaminya menyebut masih berharap agar semua pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Ia mengaku saat rekonstruksi dirinya juga ikut menyaksikan. Ia tahu bagaimana kejamnya para pelaku melakukan pembunuhan. 

"Direkonstruksi lancar-lancar saja tapi kok bisa ada yang dilepas. Aku berharap semua yang melakukan pembunuhan dan terlibat bisa dihukum seberat beratnya. Dua orang sudah di penjara (vonis) kok bisa pula kawannya yang lain dibebaskan kayak gini," kata Rudi.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved