Deli Serdang Terkini

Anak Tak Diterima Kerja di Kebun, Warga Tanjung Morawa Deli Serdang Rusak Jalan Penghubung 2 Desa

Jalan cor beton yang dibangun pemerintah dan menjadi penghubung antara Desa Bangun Rejo dan Desa Aek Pancur di Kecamatan Tanjung Morawa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
JALAN DIRUSAK: Pengendara motor melintas di jalan yang sempit karena dirusak salah satu oknum warga yang kecewa anaknya tidak diterima kerja, Rabu (21/1/2026). Saat ini warga kecewa karena pemerintah belum berikan tindakan pada pelaku. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Jalan cor beton yang dibangun pemerintah dan menjadi penghubung antara Desa Bangun Rejo dan Desa Aek Pancur di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dirusak oleh salah seorang warga gara-gara anaknya tidak kunjung diterima kerja di salah satu perusahaan perkebunan.

Jalan dirusak dengan cara dipecahkan dengan palu godam dan digali sepanjang 20 meter. Akibatnya jalan menjadi mengecil dan membahayakan bagi pengendara lain. 

Walaupun jalan yang dirusak tersebut merupakan salah satu akses alternatif warga dua desa namun pihak Pemerintah setempat belum mengambil tindakan.

Pemerintah Desa setempat mengaku masih berusaha menyelesaikan masalah ini dengan persuasif. 

Informasi yang dihimpun dari warga, orang yang diduga melakukan perusakan jalan tersebut berinisial A alias Gandus bersama anaknya.

Karena sudah didatangi pihak Desa dan belum bersedia memperbaiki jalan yang telah dirusak yang bersangkutan pun kini mendapat sanksi sosial dari masyarakat. Para tetangga termasuk juga saudaranya sudah tidak lagi mau berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Posisi jalan yang dirusak berada persis di depan rumah yang bersangkutan. 

"Saya ini abang iparnya ya malu juga ulahnya seperti itu. Sudah malas cakapan sama dia. Rumah yang ditempati dia (pelaku) itu ya tanah bapakku dulu. Jalan yang dirusak itu ya bapakku dulu yang ngasih buat jalan masyarakat," ujar Mujiran (61) salah satu warga sekitar. 

Banyak masyarakat yang menganggap Pemerintah Desa tidak tegas terhadap pelaku sehingga yang bersangkutan tidak takut telah melakukan pengrusakan termasuk untuk memperbaikinya.

Lebar jalan sebelum dirusak sekitar 2 meter namun saat ini kondisinya sudah lebih mengecil. 

Disaat warga mau melintas khususnya untuk mobil sudah kesulitan untuk berputar dan melaju sehingga harus berdampak pada tanah warga lainnya.

Kepala Desa Bangun Rejo, Misno mengakui soal adanya pengrusakan aset jalan ini. Disebut lokasinya juga tidak jauh dari rumahnya yang juga berada di Dusun 8. 

"Sudah kami datangi juga itu saya dan Kades Aek Pancur sudah datang bersama Bhabinkamtibmas dan Kadus. Sudah kami lakukan pengukuran juga tanahnya dan itu memang jalan karena punya dia disurat hanya (panjangnya) 19 meter," kata Misno. 

Diakui Misno masalah pengrusakan dan penggalian jalan ini terjadi lantaran pelaku A alias Gandus kecewa dengan Kades Aek Pancur lantaran anaknya tidak diterima kerja di perusahaan kebun yang ada di Desa Aek Pancur. Diawal begitu jalan diketahui telah dirusak mereka dari Desa langsung turun.

Masalah ini juga sempat reda. Namun karena realisasi anaknya tidak kunjung mendapat panggilan makanya dirusak lagi. 

"Dia minta anaknya dipekerjakan di Rispa. Sempat disanggupi sama Pak Yetno (Kades Aek Pancur) dan break. Baru 2 minggu action lagi dia karena rupanya nggak ada tanggapan. Intinya karena kecewa anaknya nggak bisa masuk kebun," kata Misno. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved