Deli Serdang Terkini

23.168 BPJS Kesehatan Warga Deli Serdang Dinonaktifkan dari Status PBI

Sebanyak 23.168 orang warga Deli Serdang kini dinonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehataannya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
WARGA MISKIN : Warga miskin di Kabupaten Deli Serdang datang membeli sembako murah di pasar murah yang dibuat Pemkab Deli Serdang di kantor Camat Lubuk Pakam beberapa waktu lalu. Saat ini banyak warga Deli Serdang yang BPJS Kesehatannya dinonaktifkan karena dianggap tidak lagi miskin. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Sebanyak 23.168 orang warga Deli Serdang kini dinonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehataannya.

Sebelumnya iuran BPJS Kesehatan mereka dibayar oleh Pemerintah melalui APBN karena berstatus Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kementerian Sosial dan dianggap sebagai warga miskin.

Kini untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis kembali, warga yang dinonaktifkan kepesertaannya dihimbau untuk mengaktifkan dengan status mandiri atau bayar iuran sendiri. 

"Untuk di Deli Serdang ada 23.168 yang dikeluarkan dari PBI. Mereka dikeluarkan karena dia tidak masuk desil 1 sampai 5. Seperti itulah data yang kami dapatkan," ujar Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Lubuk Pakam, Rahman Cahyo, Senin (9/2/2026). 

Untuk diketahui desil adalah pembagian penduduk Indonesia menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

Meski ada yang dikeluarkan, Rahman Cahyo bilang ada yang kemudian menggantikan. Totalnya sebanyak 13.564 kini masuk dan terdaftar sebagai PBI. Mereka bisa jadi PBI lantaran masuk kategori desil 1 sampai 5. 

"Itulah mereka yang berhak memang desil 1 sampai 5. Kalau kami harapannya itu ya semua bisa aktif nggak ada kendala seperti ini. Kalau ada yang sekarang nggak aktif bisa cepat ke dinsos atau mandiri BPJS nya," sebut Rahman. 

Untuk yang sangat mendesak perlu layanan kesehatan disebut perlu untuk cepat diubahkan statusnya. Mandiri menjadi salah satu pilihan karena juga bisa dipantau untuk tiap bulannya.

Karena banyak warganya yang kini dinonaktifkan kepesertaan BPJSnya kini tugas Pemkab Deli Serdang untuk bisa daerahnya mencapai Universal Health Coverage (UHC) prioritas lebih berat lagi.

Daerah yang tidak UHC prioritas sempat jadi perhatian Pemprov Sumut. Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution sempat menegur Bupati dr Asri Ludin Tambunan gara-gara ini. 

"Ya memang berdampak untuk UHC prioritas karena berkaitan sama keaktifan. Selain kepesertaan harus 98 persen dari jumlah penduduk untuk jumlah keaktifannya juga harus 80 persen minimal," ucap Rahman. 

Dari catatan Tribun Medan per 1 Januari 2026 jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Deli Serdang yang terdaftar sebanyak 98,99 persen atau 2.083.452 peserta sementara keaktifan baru 74,08 persen atau 1.559.294 peserta.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved