Pasutri Muda Tewas Ditabrak Angkot, Tinggalkan Dua Anak Laki-laki Masih Balita 

Saat itu mereka menaiki sepeda motor Honda Beat. Ahmad Irvandi hendak berangkat kerja di PT Indoofod sementara istrinya ikut untuk mengantar. 

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
PASUTRI TEWAS KECELAKAAN: Foto semasa hidup kedua korban pasangan suami istri (pasutri) yang meninggal dunia setelah ditabrak angkot di Jalan Lintas Tanjung Morawa, Deli Serang, Sumut, Senin (8/6/2026). Keduanya meninggalkan 2 orang anak yang masih kecil. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUK PAKAM - Pasangan suami (pasutri) tewas setelah sepeda motor yang ditumpangi ditabrak angkot di Jalan Lintas Sumatera Kawasan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Sumut, Senin (8/6/2026). 

Korban bernama Ahmad Irvandi (34) dan Anggun Puspita Sari (29). Mereka adalah warga Dusun II Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa. 

Informasi yang dihimpun peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu mereka menaiki sepeda motor Honda Beat. Ahmad Irvandi hendak berangkat kerja di PT Indoofod sementara istrinya ikut untuk mengantar. 

Peristiwa kecelakaan terjadi tak jauh dari perusahaan tempat korban bekerja. Hanya beberapa meter lagi dari gerbang perusahaan, peristiwa kecelakaan pun terjadi. Sang istri meninggal dunia di tempat sementara sang suami meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Grand Med. 

"Suaminya mau kerja dan istrinya ngantar. Tau-taunya ditabrak dari belakang sama angkot Sandra Prima," ujar Ponimin orangtua korban. 

Baca juga: Laka Tunggal Sekeluarga Asal Labusel di Tol Pekanbaru, Lasma Pasaribu dan Bayi 8 Bulan Meninggal

Isak tangis keluarga berulang kali pecah setelah peristiwa kecelakaan terjadi dan dialami oleh pasangan suami istri Ahmad Irvandi (34) dan Anggun Puspita Sari (29). Keluarga tidak menyangka keduanya pergi bersamaan untuk selama-lamanya.

Warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang itu tewas saat mengendarai motor dan tertabrak angkot, Senin (8/6/2026) pagi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu posisinya sang istri mengantar suami kerja di PT Indoofood di Jalan Lintas Sumatera Kawasan Tanjung Morawa. 

Sementara isak tangis keluarga sudah pecah saat berada di rumah Sakit Grand Med. Saat itu posisi keduanya sudah meninggal. Tangisan kembali pecah saat mobil jenazah tiba di rumah duka. Tangisan keluarga kembali pecah setelah pihak keluarga kerabat dan lainnya berdatangan setelah keduanya dimakamkan. 

Sekira pukul 15.30 WIB rumah korban pun tampak sangat ramai. Rekan-rekan korban sesama karyawan PT Indoofood hadir ke rumah duka. Rekan-rekan Ahmad Irvandi menyebut korban adalah orang yang baik. 

"Dia kalau di tempat kerja dipanggil Panzul. Ya, kejadian kecelakaannya depan pabrik tadi pagi. Kami awalnya ya nggak tau kalau itu dia karena mukanya ketutup. Sebelum jam 07.00 itu kejadiannya," kata Fajar. 

Karena satu regu di bagian produksi dan packing, Fajar merasa sangat kehilangan. Ia menyebut beberapa hari ini sempat merasa ada firasat. Nggak biasanya sekitar 4 hari lalu rekannya itu sempat mau marah saja. 

"Sempat kutanya, kau kenapa mau marah aja. Kata dia, nggak usah ditanyalah. Tapi ya besoknya bagus lagi. Memang baik dia ini orangnya," ucap Fajar.

Pasangan suami istri ini meninggalkan dua anak laki-laki berusia 5 tahun dan 3,5 tahun. Pihak keluarga sangat berduka atas kepergian keduanya. 

Keduanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum yang ada di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa. 

"Sudah dimakamkan, dibuat satu lobang dan dibuat dua liang lahat," kata Kepala Dusun, Zul. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved