Uploader
Kalapas Iswandi, yang baru saja melakukan serah terima jabatan (sertijab) beberapa hari sebelumnya, memilih untuk langsung turun ke lapangan.
S menuturkan, pelaku hendak melakukan aksi rudapaksa. Saat itulah, S memberanikan diri melawan pelaku dengan memberontak sambil berteriak.
Namun, ketika mobil melaju cukup kencang, wanita tersebut diduga terjatuh ke jalan. Sementara itu, pria tetap bertahan di atas mobil.
Tak hanya itu, ia pun menduga ada praktik tidak adil, di mana pelaku yang seharusnya ditangkap justru disebut dilindungi oleh oknum tertentu.
Dengan cepat SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Mobil sempat berhenti sekitar lima detik, lalu langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saat ditangkap para pelaku pun dilakukan pengecekan urin dan semuanya positif narkoba.
Bak tak ada rasa curiga, ia menerima tangan Anisa yang menyalaminya. Ia pun mempersilahkan Anisa dan temannya, Lisbet (L) masuk ke rumahnya
Terungkap dalam ekspose tersebut keempat tersangka yakni berinisial AF sebagai otak pelaku yang merupakan mantu korban
Saat bertemu di Jalan Sudirman tersebut pelaku pun menuju ke rumah korban dan langsung masuk ke dalam rumah.
Bekas luka operasi tersebut bengkak besar hingga akhirnya pecah dan terlihat ada kain kasa yang tertinggal di dalamnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Ammar bahkan membuat surat pernyataan tertulis yang menyatakan dirinya tidak akan menempuh upaya hukum lanjutan.
Dia menambahkan, sang perempuan juga berada dikamar mandi, sebab ketakutan akibat gedoran tersebut.
Ia tampak bersandar dan memeluk erat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Di sela tangisnya yang sesenggukan, sebuah permohonan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah harga satuan.
Warga setempat dan juga "mantan korban" dari sang kiai cabul tersebut juga memberikan kesaksian di tengah aksi unjuk rasa.
Korban kemudian menyadari barang berharganya hilang pada Maret 2026 lalu. Tak ayal, total kerugian bahkan mencapai Rp 700 juta.
Melalui unggahan di facebook Okta Yusri, sang ibu, terdapat doa manis dan penuh harapan untuk kehidupan masa depan dr. Myta Aprilia.
Awal April 2026 juga Anisa sempat mendadak menemui korban di rumah. Saat itu Dumaris Sitio justru kehilangan barang berharga.
Menurutnya jumlah tawaran terus meningkat. Tawaran pertama sebesar Rp 300 juta. Setelah ditolak, jumlah tersebut naik menjadi Rp 400 juta.