Uploader
Ia menyebut LPR tidak ditahan karena penyidik meyakini tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.
AKBP Saharudin bertugas sebagai Perwira Menengah (Pamen) di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Kalsel.
Ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan terkait kondisi fisik dan psikis para anak yang jadi korban dugaan kekerasan dan penelantaran tersebut.
Namun, ia dikejutkan dengan fakta bahwa ternyata suaminya memiliki identitas ganda hingga status suami dari pernikahan lain.
Kasus ini berujung pada laporan polisi setelah ia mengetahui bahwa suaminya ternyata telah memiliki istri dan anak sebelum menikahinya.
Arifah mengkhawatirkan, belum ditahannya tersangka dapat berpotensi memunculkan upaya pembungkaman terhadap pihak korban, santri, maupun keluarga.
Ada jejak digital di ponsel miliknya yang ada riwayat pencarian soal cara bagaimana mengakhiri hidup.
Para terdakwa kemudian akan dipindahkan kembali sesuai dengan keputusan penahanan yang telah ditetapkan sebelumnya
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pengemudi mobil yang melakukan tabrak lari terhadap korban.
Selain menuntut keadilan, Herawati meminta hak-haknya dikembalikan dan biaya pengobatan atas cedera yang ia alami.
Shofi menceritakan sejak tahun 2008 dirinya dipaksa untuk membohongi orang tua dengan berpura-pura menempuh pendidikan di sebuah pondok di Jepara.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah di leher dan wajahnya hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat selang air yang dikaitkan ke jendela kecil di dinding kantor.
Bukannya berisi panduan evakuasi atau pengecekan kondisi keselamatan, pesan tersebut justru berisi informasi administratif.
Ia membeberkan kronologi kejadian yang disebut berlangsung dalam satu hari dengan beberapa aksi kekerasan.
Bahkan, istri dosen DK telah mengajukan permohonan cerai ke dinas terkait. Sebab, istri DK merupakan ASN.
Tak disangka, saat ditinggal sendiri di rumah itulah Dumaris tewas dirampok oleh menantunya, Anisa Tumanggor.
Disebutkan, pelaku berjumlah empat orang yang datang menggunakan dua sepeda motor. Mereka memanfaatkan kondisi jalan yang sepi
Kalapas Iswandi, yang baru saja melakukan serah terima jabatan (sertijab) beberapa hari sebelumnya, memilih untuk langsung turun ke lapangan.
S menuturkan, pelaku hendak melakukan aksi rudapaksa. Saat itulah, S memberanikan diri melawan pelaku dengan memberontak sambil berteriak.