Berita Nasional

PDIP Minta BGN Dibubarkan Pasca Tumbangnya Dadan Hindayana Cs, Golkar Pasang Badan

Ia menilai pergantian pimpinan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Tayang:
TRIBUNNEWS/Jeprima
KORUPSI MBG - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengenakan rompi merah muda saat meninggalkan Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com - Terjeratnya petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kasus korupsi membuat citra lembaga tersebut tercoreng, sehingga adanya wacana pembubaran hingga evaluasi.

Di tengah proses hukum yang terus berjalan, muncul dua pandangan berbeda. Sebagian pihak menilai BGN perlu dibubarkan karena dianggap gagal menjaga integritas program, sementara pihak lain meminta pemerintah fokus melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola.

Perdebatan ini muncul setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Kasus tersebut menjadi sorotan nasional karena berkaitan langsung dengan program prioritas pemerintah yang menyasar jutaan anak Indonesia.

Baca juga: Profil Djaka Budi Utama, Dirjen Bea dan Cukai Eks Tim Mawar Namanya Terseret Dugaan Korupsi Blueray

Guntur Romli Usulkan BGN Dibubarkan

Salah satu suara paling keras datang dari politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (5/6/2026), ia mengusulkan agar pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional.

Menurut Guntur, kasus yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam lembaga tersebut. Ia menilai pergantian pimpinan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (Tribunnews.com)

Dalam pandangannya, dugaan korupsi yang terungkap bukan sekadar kesalahan individu, melainkan mencerminkan persoalan yang bersifat struktural dan sistemik.

Guntur juga menyinggung besarnya dugaan kerugian yang muncul dalam perkara tersebut. Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap BGN.

Baca juga: Jadwal Indonesia vs Vietnam Perebutan Tiket Langsung ke Semifinal Piala AFF U19, Klasemen Saat ini

"Tiga Pimpinan Korupsi. 10 Triliun Digarong? Harusnya BGN yang Dibentuk Jokowi itu Dibubarkan," tulis Guntur.

Pernyataan itu langsung memantik diskusi publik mengenai efektivitas dan masa depan lembaga yang selama ini menjadi motor utama pelaksanaan program MBG.

Prabowo Tetap Pertahankan Program MBG

Di tengah munculnya usulan pembubaran BGN, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan tetap dilanjutkan.

Meski mengaku sedih harus mencopot Dadan Hindayana yang sebelumnya mendapat kepercayaan untuk memimpin BGN, Prabowo memastikan komitmennya dalam memberantas korupsi tidak akan berubah.

Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengumpulan 12 ribu penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). (Dok. Setpres)
Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengumpulan 12 ribu penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). (Dok. Setpres) (IST)

Pemerintah juga menegaskan bahwa kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan pejabat tidak boleh menghentikan manfaat program bagi masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved