Berita Internasional

Datangi Kantor Polisi Pakai Baju Pengantin, Wanita Ini Laporkan Calon Suami Kabur di Hari Pernikahan

Seorang calon pengantin wanita melapor ke kantor polisi setelah calon suaminya tidak muncul pada hari pernikahan dan diduga melakukan penipuan.

Tayang:
SANOOK
LAPORKAN CALON SUAMI. Pengantin wanita datangi polisi setelah diduga ditipu calon suami, terungkap ternyata sudah punya tiga istri. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang calon pengantin wanita melapor ke kantor polisi setelah calon suaminya tidak muncul pada hari pernikahan dan diduga melakukan penipuan terkait biaya persiapan acara.

Laporan tersebut dibuat setelah pihak keluarga mendapati bahwa pria tersebut tidak berada di tempat tinggalnya dan orang tuanya mengaku tidak mengetahui rencana pernikahan putra mereka.

Dikutip dari Sanook.com Rabu (12/12/2025), korban, Nn. Tatchaya Prachumsan, berusia 21 tahun, warga Desa 12, Moo 5, Kecamatan Na Yao, Distrik Phra Phutthabat, Provinsi Saraburi, datang ke kantor polisi dalam keadaan masih mengenakan gaun pengantin.

Ia ditemani ibunya, Ny. Pawana Prachumsan, 40 tahun, serta lebih dari sepuluh kerabat dan teman untuk melapor kepada Aipda Supachai Deemongkol, penyidik Polres Kota Lopburi.

Mereka melaporkan Nattapat Holan, 29 tahun, kekasih Tatchaya yang bekerja di Bank untuk Pertanian dan Koperasi Cabang Phromburi, Provinsi Singburi, atas dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian materi dan menimbulkan rasa malu bagi keluarga.

Menurut keterangan Tatchaya kepada polisi, ia menjalin hubungan dengan Nattapat selama lebih dari satu tahun sebelum pria itu datang menemui ibunya untuk melamar.

Dalam lamaran tersebut, Nattapat menjanjikan mahar berupa uang tunai senilai 300.000 baht dan perhiasan emas seberat 5 baht. Ibunya kemudian menanyakan keseriusan Tatchaya mengenai rencana pernikahan itu, dan karena sudah saling mencintai, ia menerima lamaran tersebut.

Setelah menentukan tanggal baik, kedua belah pihak sepakat menggelar acara pernikahan pada 12 Mei. Upacara adat dan prosesi keagamaan akan dilaksanakan di rumah ibu mempelai wanita di Kota Lopburi pada pagi hari, sementara resepsi pada malam hari dijadwalkan berlangsung di sebuah restoran bernama Bua Luang.

Namun, sebelum hari pelaksanaan, Nattapat meminta ibu Tatchaya untuk menanggung terlebih dahulu seluruh biaya persiapan acara dengan alasan akan mengembalikannya setelahnya.

Karena percaya bahwa rencana pernikahan sudah pasti, ibu korban pun membayar seluruh biaya persiapan acara yang mencapai 240.000 baht.

Tatchaya menjelaskan bahwa pada hari pernikahan, ia bangun pada pukul 05.00 dan mulai dirias pukul 06.00. Rombongan hantaran dijadwalkan datang pukul 07.30. Namun hingga waktu yang ditentukan, tidak ada tanda-tanda kedatangan calon mempelai pria ataupun rombongan hantaran seperti yang direncanakan.

Ketika dihubungi melalui telepon, nomor ponsel Nattapat tidak aktif sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga.

Merasa ada sesuatu yang salah, Tatchaya bersama ibunya dan lebih dari sepuluh kerabat pergi ke rumah Nattapat untuk mencari kejelasan. Sesampainya di sana, mereka hanya bertemu dengan kedua orang tua pria tersebut.

Saat ditanya mengenai rencana pernikahan, kedua orang tua itu mengaku tidak mengetahui bahwa putra mereka hendak menikah dan tidak tahu keberadaannya. Mendengar hal tersebut, Tatchaya semakin yakin bahwa dirinya telah ditipu.

Karena merasa dirugikan secara materi dan mengalami rasa malu yang besar, terutama setelah membagikan lebih dari 100 undangan pernikahan, Tatchaya memutuskan melapor ke polisi dan meminta bantuan untuk menindaklanjuti kasus ini serta memanggil Nattapat agar memberikan penjelasan dan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved