Berita Internasional

Sakit Hati Dengar Candaan Calon Mertua, Wanita Batalkan Pernikahan setelah Pulang dari Rumah Kekasih

Rencana pernikahan sepasang kekasih terancam batal akibat satu kalimat candaan yang diucapkan ibu pihak pria saat pertemuan.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERNIKAHAN BATAL: Ilustrasi wanita. Wanita batalkan pernikahan karena sakit hati dengan ucapan calon ibu mertuanya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rencana pernikahan sepasang kekasih terancam batal akibat satu kalimat candaan yang diucapkan ibu pihak pria saat pertemuan pertama.

Kekasih pria tersebut, yang kini tengah mengandung delapan bulan, menolak melanjutkan rencana pernikahan karena merasa tersinggung setelah komentar itu disampaikan.

Dikutip dari Eva.vn, Kamis (8/1/2026), pria tersebut menceritakan bahwa ia mengenal sang kekasih, Hạnh, ketika keduanya telah berusia di atas 30 tahun.

Pada usia tersebut, mereka tidak lagi mencari hubungan romantis yang penuh fantasi, melainkan pasangan hidup yang dapat diajak berjalan bersama dalam jangka panjang.

Hạnh bekerja sebagai desainer lepas dengan kepribadian lembut dan pendiam. Secara penampilan, ia bukan tipe yang mencolok, namun memiliki daya tarik yang muncul seiring waktu.

Ketertarikan pria tersebut muncul sejak pertemuan pertama karena sikap Hạnh yang tenang, penuh pertimbangan, dan selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu.

Sebelum hamil, Hạnh diketahui pernah menjalani perawatan kawat gigi. Ia mengakui memiliki rasa tidak percaya diri terhadap senyumnya dan telah menabung cukup lama untuk perawatan tersebut demi meningkatkan rasa percaya diri sebelum menikah.

Namun saat kehamilan diketahui, dokter menyarankan agar kawat gigi dilepas sementara karena kondisi mual yang berat dan gusi yang rentan mengalami peradangan. Hạnh menerima saran tersebut dan memilih mengutamakan kesehatan janin.

Pasangan ini menjalin hubungan hampir dua tahun ketika kehamilan terjadi. Kehamilan tersebut datang lebih cepat dari rencana, namun tidak pernah menimbulkan keraguan bagi pihak pria.

Saat alat tes menunjukkan hasil positif, ia langsung mengajak Hạnh untuk menikah. Hạnh menyambut ajakan itu dengan anggukan, menunjukkan kebahagiaan sekaligus kekhawatiran.

Bagi Hạnh, pernikahan tidak hanya bermakna legalitas, melainkan juga rasa aman, perlindungan, dan penghormatan sebagai perempuan yang sedang mengandung.

Situasi mulai berubah saat pertemuan pertama antara Hạnh dan ibu dari pihak pria. Saat itu, usia kehamilan Hạnh telah memasuki lebih dari enam bulan.

Ia mengenakan gaun hamil longgar berwarna krem dan berdandan sangat ringan, berusaha menutupi perubahan fisik akibat kehamilan serta kondisi giginya yang belum dapat kembali dirawat.

Hạnh membawa sarang burung walet dan buah-buahan sebagai tanda hormat. Dari gestur dan sikapnya, terlihat jelas bahwa ia merasa gugup dan berusaha bersikap sebaik mungkin.

Jamuan makan berlangsung relatif normal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved