Kesehatan
Menikmati BBQ Idul Adha Tanpa Cemas: Kenali Risiko Kesehatan saat Barbeque dan Cara Amannya
Daging bakar emang juara lezatnya, tapi tahu gak kalau suhu tinggi bisa memicu zat berbahaya? Kenali bahaya barbeque.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging yang menggugah selera.
Salah satu cara memasak yang paling populer adalah barbeque atau BBQ karena dinilai praktis dan menghadirkan cita rasa khas dari aroma bakaran.
Kegiatan barbeque biasanya dilakukan bersama keluarga maupun teman, baik di rumah, tempat wisata, hingga area terbuka lainnya sebagai bagian dari kebersamaan saat libur Idul Adha.
Meski menyenangkan, konsumsi daging yang dimasak dengan metode BBQ perlu diperhatikan.
Baca juga: Rasakan Kenyamanan Staycation dan Lezatnya BBQ di AIHO Hotel Medan
Proses pembakaran daging pada suhu tinggi ternyata dapat memicu terbentuknya zat kimia berbahaya yang berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.
Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko kesehatan saat barbeque agar tetap bisa menikmati hidangan tanpa meningkatkan potensi gangguan kesehatan.
Selain risiko keracunan akibat pengolahan makanan yang kurang higienis, metode membakar daging hingga gosong juga dapat meningkatkan paparan senyawa berbahaya bagi tubuh.
Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara barbeque yang lebih aman dan sehat agar momen Idul Adha tetap nyaman dan menyenangkan.
Dampak Bahaya Membakar Daging Menurut Rumah Sakit Paru Respira
Dikutip dari Rumah Sakit Paru Respira, memasak makanan dengan cara dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi, terutama daging, dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Baca juga: PILU Sekeluarga Tewas di Dalam Tenda, Sang Anak Hendak Wisuda, Diduga Keracunan Barbeque
Saat daging dimasak pada suhu sangat tinggi atau lebih dari sekitar 150 derajat Celsius, dapat terbentuk dua jenis senyawa utama, yaitu Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs).
HCAs terbentuk dari reaksi antara protein daging, asam amino, dan panas tinggi.
Senyawa ini bersifat mutagenik atau dapat merusak DNA sel sehingga berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Sementara itu, PAHs muncul ketika lemak daging menetes ke bara api dan menghasilkan asap yang kembali menempel pada permukaan makanan.
Senyawa ini juga dikenal memiliki sifat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh.
Baca juga: VIRAL Jajanan tak Biasa, Es Batu Panggang, Dibakar Bak Barbeque, Makannya Pakai Saus Pedas
Menurut National Cancer Institute (NCI), kedua senyawa tersebut lebih banyak terbentuk pada daging yang dibakar hingga hangus atau gosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/barbeque-bisa-memicu-keracunan.jpg)