Kesehatan

Menikmati BBQ Idul Adha Tanpa Cemas: Kenali Risiko Kesehatan saat Barbeque dan Cara Amannya

Daging bakar emang juara lezatnya, tapi tahu gak kalau suhu tinggi bisa memicu zat berbahaya? Kenali bahaya barbeque.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Yara
BERACUN- Kegiatan barbeque bisa berujung keracunan jika tidak waspada selama proses pengolahannya. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging yang menggugah selera. 

Salah satu cara memasak yang paling populer adalah barbeque atau BBQ karena dinilai praktis dan menghadirkan cita rasa khas dari aroma bakaran.

Kegiatan barbeque biasanya dilakukan bersama keluarga maupun teman, baik di rumah, tempat wisata, hingga area terbuka lainnya sebagai bagian dari kebersamaan saat libur Idul Adha.

Meski menyenangkan, konsumsi daging yang dimasak dengan metode BBQ perlu diperhatikan.

Baca juga: Rasakan Kenyamanan Staycation dan Lezatnya BBQ di AIHO Hotel Medan

Proses pembakaran daging pada suhu tinggi ternyata dapat memicu terbentuknya zat kimia berbahaya yang berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko kesehatan saat barbeque agar tetap bisa menikmati hidangan tanpa meningkatkan potensi gangguan kesehatan.

Selain risiko keracunan akibat pengolahan makanan yang kurang higienis, metode membakar daging hingga gosong juga dapat meningkatkan paparan senyawa berbahaya bagi tubuh.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara barbeque yang lebih aman dan sehat agar momen Idul Adha tetap nyaman dan menyenangkan.

Waroeng Steak & Shake Luncurkan Menu dengan Saus Barbeque yang Spesial
Waroeng Steak & Shake Luncurkan Menu dengan Saus Barbeque yang Spesial (HO)

Dampak Bahaya Membakar Daging Menurut Rumah Sakit Paru Respira

Dikutip dari Rumah Sakit Paru Respira, memasak makanan dengan cara dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi, terutama daging, dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.

Baca juga: PILU Sekeluarga Tewas di Dalam Tenda, Sang Anak Hendak Wisuda, Diduga Keracunan Barbeque

Saat daging dimasak pada suhu sangat tinggi atau lebih dari sekitar 150 derajat Celsius, dapat terbentuk dua jenis senyawa utama, yaitu Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs).

HCAs terbentuk dari reaksi antara protein daging, asam amino, dan panas tinggi.

Senyawa ini bersifat mutagenik atau dapat merusak DNA sel sehingga berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Sementara itu, PAHs muncul ketika lemak daging menetes ke bara api dan menghasilkan asap yang kembali menempel pada permukaan makanan.

Senyawa ini juga dikenal memiliki sifat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: VIRAL Jajanan tak Biasa, Es Batu Panggang, Dibakar Bak Barbeque, Makannya Pakai Saus Pedas

Menurut National Cancer Institute (NCI), kedua senyawa tersebut lebih banyak terbentuk pada daging yang dibakar hingga hangus atau gosong.

Paparan HCAs dan PAHs dalam jangka panjang diketahui dapat merusak DNA sel, meningkatkan stres oksidatif, hingga memperbesar risiko kanker, terutama kanker kolorektal.

Risiko Asap BBQ terhadap Kesehatan Pernapasan

Tidak hanya dari makanan, asap hasil proses barbeque juga dapat memengaruhi kesehatan.

Asap BBQ mengandung partikel halus dan PAHs yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama jika proses pembakaran dilakukan di area dengan sirkulasi udara yang buruk.

Paparan asap secara berlebihan berisiko memperparah gangguan pernapasan pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.

Baca juga: Resep Jamur Krispi Barbeque dan Cara Membuatnya

Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kesehatan saat barbeque apabila dilakukan terlalu sering tanpa perlindungan yang memadai.

Bahkan, asap BBQ yang mengandung karbon monoksida dapat memicu kematian.

Karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengiritasi, sehingga sering disebut "silent killer".

Gas ini dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna, termasuk saat membakar arang atau kayu pada barbeque.

Secara alami, jumlah karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran arang barbeque umumnya tidak mencapai tingkat berbahaya jika dilakukan di ruang terbuka dengan ventilasi cukup.

Baca juga: Resep Kebab Peanut Barbeque dan Cara Membuatnya

Namun, ketika barbeque dilakukan di ruang tertutup atau tertutup sebagian, gas CO akan terperangkap dan terakumulasi di udara, sehingga konsentrasi gas meningkat menjadi berbahaya.

Laman Halodoc menyebut, bahwa ketika seseorang menghirup udara yang mengandung karbon monoksida tinggi, gas CO akan masuk ke aliran darah dan bercampur dengan hemoglobin (bagian sel darah merah yang bertugas membawa oksigen) membentuk karboksihemoglobin.

Hal ini menyebabkan darah tidak lagi mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga oksigen di dalam tubuh tergantikan oleh gas beracun ini.

Kondisi ini mencegah oksigen mengalir ke seluruh tubuh, yang menyebabkan sel dan jaringan tubuh rusak dan bahkan mati karena kekurangan oksigen.

Kekurangan oksigen pada tubuh menyebabkan kerusakan jaringan yang serius dan dapat berakibat fatal, seperti kematian.

Baca juga: Nikmati Weekend Anda dengan BBQ All You Can Eat di Ibis Styles Medan Pattimura

Barbeque Bareng Asia di ibis Styles Medan Pattimura
Barbeque Bareng Asia di ibis Styles Medan Pattimura (Dok. ibis Styles Medan Pattimura)

Tips Barbeque Lebih Aman dan Sehat

Agar tetap bisa menikmati BBQ tanpa khawatir berlebihan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan maupun keracunan makanan saat barbeque.

  • Marinasi daging menggunakan bahan asam seperti lemon, jeruk, atau cuka untuk membantu mengurangi pembentukan HCAs.
  • Hindari membakar daging hingga gosong atau berwarna hitam pekat.
  • Gunakan metode panas tidak langsung atau suhu yang lebih rendah saat memanggang.
  • Buang bagian daging yang hangus sebelum dikonsumsi.
  • Batasi konsumsi daging merah dan daging olahan seperti sosis atau hot dog.
  • Perbanyak menu sayuran panggang seperti jagung, paprika, jamur, dan zucchini.
  • Pastikan bahan makanan disimpan dan diolah secara higienis untuk mencegah risiko keracunan makanan.
  • Dengan menerapkan cara memasak yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati momen barbeque dan BBQ saat Idul Adha dengan lebih aman, sehat, dan minim risiko kesehatan.

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved