Baca Selengkapnya di Tribun Medan
Penjualan Produk Elektronik Menurun 15 Persen
Pascalebaran, animo masyarakat untuk membeli barang elektronik masih tergolong rendah. Hal ini disinyalir karena banyaknya kebutuhan masyarakat
- Produsen Sebut Daya Beli Masyarakat Belum Pulih
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascalebaran, animo masyarakat untuk membeli barang elektronik masih tergolong rendah. Hal ini disinyalir karena banyaknya kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Marketing Communication Toshiba Medan, Iwan mengatakan, penjualan Toshiba baik sebelum maupun pascalebaran mengalami penurunan. Iwan menyebutkan penurunan penjualan mencapai angka 15 persen dari waktu normal. Menurutnya, kurangnya daya beli masyarakat ini ada juga faktor perekonomian yang masih melemah dan tidak stabil.
"Daya beli masyarakat turun pra maupun pascalebaran ini, penurunannya dalam catatan kita hingga 15 persenan. Ya hal itu disebabkan banyaknya kebutuhan masyarakat juga. Apalagi kan perekonomian kita belum stabil juga," ujarnya, Selasa (21/7). Selain itu, faktor timing yang bertepatan dengan masuknya ajaran baru anak sekolah, turut mempengaruhi penurunan minat beli masyarakat terhadap barang elektronik.
"Jadwal yang bersamaan dengan masuknya anak sekolah, tentu mempengaruhi juga. Ya banyak jadinya kebutuhan orang tua. Tentu dalam membeli barang-barang elektronik baru, ditunda dulu," kata Iwan.
Mengantisipasi hal ini, Iwan menuturkan pihaknyaakan melakukan promo-promo bagi pembeli. Promo yang sudah disiapkan dengan memberi hadiah, potongan harga hingga 10 persen dan program cashback. "Walaupun turun, barang yang masih di minati masyarakat sampai saat ini masih TV LED Toshiba. Kita akan berikan juga promo, potongan harga 10 persen, cashback dan setiap pembelian akan mendapat gift lah, dapat hadiah. Itu akan kita koordinasikan juga dengan toko-toko,"Iwan menjelaskan.
Di sisi lain, General Manager Sanken Wilayah Sumatera Sonny mengatakan, sejauh ini memang daya beli masyarakat mengalami penurunan. Bahkan, ia menyatakan penurunan penjualan produk Sanken hingga 25 persen. "Iya sangat menurun sekali, kita catat untik wilayah Sumatera mencapai angka 25 persen. Tapi kita tertolong dengan produk kulkas kita, kulkas Sanken masih menjadi primadona. Tapi kalau tipe tipe yang lain menurun sekali," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan modern market, di pusat-pusat keramaian, pihaknya membuat event dengan memberi diskon dan promo harga. Diskon yang diberikan hingga 10 persen dari harga normal
"Kita tiap minggunya buat event, di situ kita berikan promo dan potongan harga, ya mencapai 10 persen lah. Kita lakukan modern market di tempat keramaian. Kalau di Medan, kita buat di Medan Fair, di Electronik City dan sebagainya, ya semoga kedepannya bisa normal kembali," Sonni menambahkan.
Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Elektronik mengatakan kinerja penjualan produk elektronik dalam negeri sepanjang kuartal I/2015 mengalami penurunan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.Ali Soebroto, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) mengatakan penjualan pada Februari menjadi titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Adapun peningkatan penjualan pada Maret dan April masih berada di bawah perkiraan. (*) Baca Selengkapnya di Harian Tribun Medan Edisi Rabu (22/7/2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/elektronik-solution-yang-baru-melakukan-soft-opening_20150522_215601.jpg)