News Video
Terapi Hypnosis Dapat Membantu Pulihkan Pecandu Narkoba Dengan Tingkat Keberhasilan 80-90 Persen
Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia (BI) sudah setahun ini menerapkan terapi Hypnosis
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia (BI) sudah setahun ini menerapkan terapi Hypnosis untuk mengobati pengguna narkoba, Kota Medan, Sumatera Utara.
"Hypnosis ini tingkat keberhasilannya 80 - 90 persen. Selain itu kembali ke diri masing - masing. Kita hanya coba mengatur agar perilaku pasien berubah," ujar Sekretaris Umum LRPPN, M Taufik kepada Tribun Medan, Sabtu (11/9/2021).
Dia menjelaskan belajar hypnosis dari Hypnosis Indonesia Center di Mataram dan memang ada sertifikasinya.
Hypnosis ini sudah diterapkan karena dianggap ampuh untuk memulihkan para pecandu narkoba. Di samping itu juga dibarengi dengan perawatan dari psikolog, dokter umum, sampai kejiwaan.
Hypnosis terapi sendiri memiliki beberapa langkah. Awalnya pasien diajak kenalan, konseling, dan melakukan sugesti menjauhi narkoba.
Tidak hanya soal narkotika, pasien setelah disugesti juga diajak untuk berbincang persoalan hidup yang dihadapi, mulai dari keluarga dan lingkungan perkawanannya.
Dikatakannya tidak semua pasien memang dapat di Hypnosis. Terapi ini sangat tergantung pula pada niat pasien apakah ingin berubah atau tidak.
"Kalau pasien mau dibantu baru bisa. Biasanya ada 2 jam untuk sekali terapi," ujarnya.
Efek Hypnosis terapi pada pasien, dapat meng-upload perubahan dalam diri yang ada dalam alam bawah sadar menjadi nyata.
Amatan Tribun Medan, terapi tersebut langaung dipraktekkan pada dua pria yang tersandung kasus narkoba.
Tampak keduanya disuruh untuk mengambil posisi yang nyaman pada awalnya. Lalu, Taufik pun bercakap - cakap ringan perihal kondisi terkini kedua pasien.
Lambat lain Taufik mulai mengajak bicara perihal masalah ketergantungan narkoba. Sesekali keduanya disentil apakah masih ingin menikmati narkoba atau tidak.
Keduanya dengan respon yang cepat langaung mengatakan tidak. Tidak lama kemudian keduanya di suruh berdiri sembari melontarkan kata - kata yang coba mensugesti pikiran keduanya.
Sekali dicobanya belum berhasil karena suasana yang masih tegang. Kedua kalinya, satu dari pria itu tertidur dan langsung diberi sugesti untuk menjauhi narkoba.
Tak lama kemudian pria itu pun dibangunkan dan sugesti itu melekat di alam pikirnya. Setelah itu, pria satu laginya pun dicoba kembali.