PLTA Batang Toru
PLTA Batang Toru Sering Makan Korban, Edy Rahmayadi Janji Evaluasi
PLTA Batang Toru sudah sering makan korban akibat longsor pengerjaan proyek. Edy Rahmayadi janji lakukan evaluasi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Proyek PLTA Batang Toru di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara sudah sering makan korban.
Teranyar, pekerja asing asal China dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan batu pada Kamis (10/11/2022) lalu.
Lantaran sudah sering menimbulkan korban jiwa, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi berjanji mengevaluasi keberadaan PLTA Batang Toru ini.
"Nanti akan dibentuk tim untuk mengevaluasi itu. Kenapa? Apa persoalan? Apakah manusia yang salah, atau prosedur yang salah. Nanti akan ditemukan oleh tim," ujar Edy, Rabu (8/2/2023).
Baca juga: LAGI, Ditemukan Jasad Korban Longsor di Area PLTA Batang Toru, Total Sudah 7 Orang
Edy menyebut, memang Batang Toru itu adalah kawasan ekosistem lingkungan yang harus dilindungi.
Tapi Edy bilang, di sisi lain, pertumbuhan ekonomi harus tetap dipikirkan.
"Memang itu harus arahnya (ekosistem dilindungi), tapi harus dipikirkan bagaimana dilindungi dan bagaimana untuk ekonomi. Melindungi tapi kalau ekonomi tidak jalan, bagaimana? Tidak hidup," katanya.
Sebelumnya, dikutip dari kompas.com pada Kamis (10/11/2022), seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China tewas tertimpa reruntuhan batu saat melakukan pengeboran, untuk lubang peledak di terowongan proyek PLTA Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), malam.
Baca juga: Kapolres Tapsel Sampaikan Hal Ini Terkait TKA yang Tewas di PLTA Batang Toru
Korban diketahui bernama Wan Shui (35), TKA asal China yang bekerja untuk PT Sinohydro, kontraktor proyek pembangunan PLTA Batang Toru.
Korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit di Kota Padang Sidempuan.
Selain korban akibat kecelakaan operasional, dilihat dari smilebatangtoru.ipb.ac.id, Batang Toru berada di daerah vulkanis aktif yang merupakan daerah rawan bencana gempa bumi.
Baca juga: Kerap Makan Korban, Gubernur Edy Bentuk Tim Evaluasi Pembangunan PLTA Batang Toru
Selain itu di beberapa kawasan strategisnya terindikasi potensi gerakan tanah yang dapat dikategorikan pada tingkat bahaya.
Dengan morfologi daerah berupa pegunungan yang memiliki aliran-aliran sungai yang mengalir ke arah lembah cekungan, Lansekap Batang Toru memiliki peluang mengalami bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.
Diberitakan kompas.com pada tahun 2021, terjadi bencana longsor di areal proyek pembangunan PLTA Batang Toru, di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (30/4/2021).
Dalam perstiwa tersebut dikabarkan 12 orang tertimbun dan beberapa jasad di antaranya ditemukan tidak utuh.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kantung-jenazah-korban-longsor-plta-batang-toru.jpg)