Hakim Benteng Terakhir Hukum dan Keadilan, Ketua MA Sampaikan Kuliah Umum di UNPRI
arena itu, profesionalisme dan integritas mutlak diperlukan agar legitimasi lembaga peradilan tetap terjaga.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sunarto.
Mengusung tema Membangun Profesionalisme dan Integritas Hakim sebagai Benteng Terakhir Penegakan Hukum dan Keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Dalam kuliahnya, Prof Dr Sunarto menekankan pentingnya peran hakim sebagai benteng terakhir penegakan hukum dan keadilan. Menurutnya, hakim tidak sekadar corong undang-undang, tetapi juga penafsir nilai keadilan dengan menjunjung asas kepastian, kemanfaatan, dan keadilan.
“Para hakim adalah benteng terakhir keadilan sekaligus tumpuan harapan rakyat. Semua sengketa, baik antara individu, masyarakat, mau pun antara rakyat dengan negara, akan berakhir pada putusan hakim,” ujarnya.
Baca juga: Catat Prestasi Memuaskan, 29 Mahasiswa UNPRI Lulus Uji Kompetensi
Sunarto menambahkan, hakim adalah jembatan antara teks hukum yang kaku dengan nilai keadilan yang hidup di masyarakat. Karena itu, profesionalisme dan integritas mutlak diperlukan agar legitimasi lembaga peradilan tetap terjaga.
Ia menjelaskan, Mahkamah Agung telah melakukan berbagai langkah strategis, seperti rekrutmen transparan, penguatan sistem pengawasan, pembinaan berkelanjutan, serta digitalisasi layanan peradilan untuk meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi potensi penyimpangan.
“Putusan hakim ibarat kata akhir dalam sebuah perdebatan panjang. Dari putusan itu, harkat, kehormatan, bahkan nyawa seseorang bisa ditentukan,” tambahnya.
Sunarto juga menegaskan bahwa sistem hukum tidak dapat dipisahkan dari tiga komponen utamam yaitu substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum.
Sementara itu, Rektor UNPRI Prof Dr Chrismis Novalinda Ginting, M Kes, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Ketua Mahkamah Agung hadir dan berbagi ilmu dengan sivitas akademika UNPRI.
Menurutnya, momentum ini sangat berharga, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Hukum, untuk memahami lebih dalam profesi hakim sekaligus pentingnya menanamkan integritas sejak dini.
“Perguruan tinggi adalah tempat lahirnya calon aparat hukum. Artinya, akar integritas bukan hanya di lembaga peradilan, tetapi juga di ruang-ruang akademik,” jelasnya.
Ia menegaskan, kuliah umum ini menjadi forum emas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pemimpin tertinggi lembaga peradilan di Indonesia.
Rektor menutup sambutannya dengan harapan agar kuliah umum ini mampu menyalakan semangat baru bagi generasi muda hukum UNPRI untuk menjadi penjaga martabat hukum dan keadilan bangsa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.