Rumah Alami Kerusakan, Korban Banjir di Sei Lepan Langkat Masih Mengungsi

Lanjut Iqbal, masyarakat mengungsi bukan karena banjir yang masih merendam tapi karena rumah sudah banyak yang hancur.

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BANJIR - Suasana rumah masyarakat di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang hancur karena banjir beberapa waktu lalu, Sabtu (20/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Banjir yang merendam 14 desa dan kelurahan di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sudah surut.

Meski begitu, terdapat satu desa yang masyarakatnya masih mengungsi. Hal itu dikarenakan bukan karena banjir yang masih merendam, tetapi rusaknya rumah masyarakat akibat hantaman arus banjir yang deras pada, Rabu (26/11/2025) kemarin.

"Terkait banjir untuk 14 desa dan kelurahan, hanya satu desa saja yang masih ada pengungsi, dan itu di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan," kata Camat Sei Lepan, Muhammad Iqbal Ramadhan, Sabtu (20/12).

Lanjut Iqbal, masyarakat mengungsi bukan karena banjir yang masih merendam tapi karena rumah sudah banyak yang hancur.

"Dan itu alur sungai yang keluar, dan lokasinya di perbatasan Sei Lepan dan Brandan Barat," kata Iqbal.

Pemerintah setempat telah memfokuskan agar pengungsi yang rumahnya rusak, agar segera mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.

Baca juga: Tingkatkan Layanan, Tol Simpang Panei Gratis Selama Nataru 2026

"Hari ini kami fokuskan ke situ dulu, dan membantu logistik. Kemudian yang menjadi perhatian kami yang lainnya yaitu di Desa Lama untuk menutup bedungan yang pecah. Kalau ini makin pecah, air akan masuk sampai ke Kecamatan Babalan. Apalagi kondisi cuaca saat ini hujan rintik-rintik," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi menjelaskan, pemerintah kabupaten mulai memperbaiki infrastruktur pasca bencana.

"Untuk kegiatan infrastruktur pasca bencana mana yang bisa kita tangani, pasti ditangani. seperti jembatan sementara, dan tanggul-tanggul kecil yang pecah," ucap Azmi.

Selebihnya, Azmi menambahkan, karena keterbatasan dana di Langkat, pemkab telah memproses pengajuan Jitu Pasca Bencana (Jitupasna), untuk mengambil dana rehabilitasi pasca-bencana.

"Mungkin proses dalam satu bulan ini harus selesai, Insyaallah anggarannya turun antara bulan Februari dan Maret 2026," ujar Azmi.

"Tapi tanggul-tanggul yang kecil itu akomodir sama pemda, sedangkan yang besar tanggungjawab pusat," tutupnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved