Rp 31 M untuk Perbaiki Jalan Langkat - Binjai, Warga Minta Penertiban Kendaraan Galian C
Debu dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, terutama masyarakat yang menggantungkan penghasilan dengan berjualan
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Jalan yang menghubungkan Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara, rusak parah.
Bupati Langkat, Syah Afandin pun langsung turun meninjau jalan yang rusak tersebut. Dalam dialog bersama masyarakat, pria yang kerap disapa Ondim menyerap berbagai keluhan mengenai kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah sangat membahayakan penggunanya.
Bahkan, masyarakat menyebut kerusakan jalan tersebut telah menyebabkan banyak kecelakaan hingga merenggut korban jiwa. Selain meminta percepatan perbaikan jalan, masyarakat juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan akibat kondisi jalan rusak.
Debu dinilai sangat mengganggu aktivitas warga, terutama masyarakat yang menggantungkan penghasilan dengan berjualan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Warga juga meminta pemerintah daerah menertibkan kendaraan pengangkut material Galian C yang melintas. Mulai dari kepatuhan terhadap jam operasional hingga pengurangan tonase muatan kendaraan.
Tidak hanya itu, masyarakat turut berharap adanya pembenahan penerangan jalan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Baca juga: Ratusan Truk Industri Galian C Over Tonase Melintas Tiap Hari Jadi Penyebab Jalan Rusak di Langkat
Menanggapi aspirasi tersebut, Ondim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi jalan yang belum memadai.
Ia menegaskan bahwa ruas Jalan Sambirejo sebenarnya telah lama masuk dalam agenda prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Langkat.
"Kita ketahui bersama, hampir 50 persen jalan di Kabupaten Langkat mengalami kerusakan. Jalan Sambirejo ini juga sudah masuk agenda perbaikan tahun ini," ujar Ondim, Jumat (29/5/2026).
Lanjut Ondim, perbaikan Jalan Sambirejo menjadi salah satu proyek infrastruktur dengan anggaran terbesar di Kabupaten Langkat pada tahun 2026, yakni mencapai sekitar Rp 31 miliar.
"Jalan ini salah satu yang akan mengucurkan dana terbesar, sekitar Rp 31 miliar. Kita sama-sama berdoa agar proses perbaikannya segera terealisasi," ucap Ondim.
Sebagai bentuk respon cepat terhadap keluhan warga terkait debu jalan, Bupati Langkat langsung menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui sambungan telepon di hadapan masyarakat.
Ia meminta agar dilakukan penyiraman rutin di ruas jalan yang rusak guna mengurangi debu yang berterbangan.
Melindungi Keselamatan Masyarakat
Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim menegaskan bahwa kendaraan pengangkut material tidak diperbolehkan melintas pada pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.
| Pernah Becek dan Berlubang, Kini Jalan Gang Rahayu Baru Telah Berubah |
|
|---|
| Jalan Darsono di Hamparan Perak Rusak dan Tergenang, Warga Khawatir Memakan Korban |
|
|---|
| Warga Keluhkan Jalan Veteran IX Rusak dan Drainase Mati Selama Dua Tahun, Rumah Langganan Banjir |
|
|---|
| Ratusan Truk Industri Galian C Over Tonase Melintas Tiap Hari Jadi Penyebab Jalan Rusak di Langkat |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Rusak di Kecamatan Selesai Jadi Prioritas, Ondim Ingatkan Truk Melebihi Tonase |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Langkat-Syah-Afandin-saat-meninjau-jalan-yang-menghubungkan-Kabupaten-Langkat11.jpg)