Medan Terkini

Kontroversi MBG saat Libur Sekolah, Tetap Berjalan Pakai Anggaran dan Ada Penerima Manfaat

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi perhatian publik saat siswa memasuki masa libur sekolah akhir tahun.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
MAKAN BERGIZI GRATIS - Wali Kota Medan Rico Waas memantau Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Saat ini program tetap berjalan saat libur sekolah, dan menjadi perhatian publik. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi perhatian publik saat siswa memasuki masa libur sekolah akhir tahun. Satu sisi disorot soal anggaran yang harus dipakai saat libur, sisi lain ada lapangan pekerja dan penerima manfaatnya. 

Di Kota Medan, dapur MBG di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Matsum 1, Kecamatan Medan Area tetap berjalan meski dengan mekanisme berbeda.

Kepala SPPG Kota Matsum 1, Sazili Sholihin, mengatakan bahwa selama libur sekolah pihaknya tidak menyalurkan makanan basah.

Sebagai gantinya, MBG diberikan dalam bentuk menu kering yang dibagikan sekaligus melalui sekolah masing-masing.

"MBG programnya tetap berjalan, hanya menunya diganti menjadi makanan kering dan pembagiannya dirapel,” ujar Sazili, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, paket MBG selama libur sekolah terdiri dari susu satu liter, roti gandum, buah, serta sereal instan. Pembagian dilakukan serentak pada Rabu (24/12/2025), dengan mekanisme siswa datang ke sekolah untuk mengambil paket tersebut.

"Teknisnya yang dilakukan yaitu pihak sekolah yang akan memanggil siswa untuk datang dan menerima paket MBG,” jelasnya.

Skema serupa sebelumnya telah diterapkan saat pembagian rapor. Kala itu, sejumlah sekolah memilih menolak menu basah dan meminta agar MBG diberikan dalam bentuk makanan kering.

Saat ini, SPPG Kota Matsum 1 menyalurkan MBG ke delapan sekolah di Kecamatan Medan Area, dengan total penerima manfaat mencapai 2.091 siswa dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Meski menu sama, porsi disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Meski tidak melakukan aktivitas memasak, Sazili menyebut dapur MBG tetap beroperasi selama libur sekolah untuk kegiatan pembersihan, evaluasi, serta pengisian materi bagi para pekerja.

Kabar terbaru yang diperoleh sementara, bahwa dapur MBG dijadwalkan libur pada 25 dan 26 Desember 2025. Sementara itu, pihaknya masih menunggu arahan lanjutan terkait mekanisme penyaluran MBG hingga akhir masa libur sekolah yang berlangsung sampai 4 Januari 2026.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengungkapkan saat ini sudah berdiri 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai titik. Setiap SPPG mempekerjakan rata-rata 47 orang tenaga kerja. Artinya, sudah ada sekitar 1.128 orang yang terserap dari program ini. 

“Sekarang ada sekitar 80-an SPPG lagi yang menunggu berkasnya. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa punya seratusan lebih SPPG,” kata Rico. 

Jika target itu tercapai, diperkirakan tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 4.000 orang. Sementara pemerintah pusat menargetkan 255 SPPG berdiri di Medan. Itu berarti, ada sekitar 10 ribu peluang kerja baru yang lahir dari program MBG.

Politisi NasDem ini menyebut pelaksanaan MBG di Medan sejauh ini berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai solid.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved