Medan Terkini

Penjualan Kembang Api di Medan Lesu, Pedagang Musiman Khawatir Tak Balik Modal

Pedagang musiman yang membuka lapak di Jalan KH Zainul Arifin mengaku kondisi tahun ini jauh dari harapan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PEDAGANG KEMBANG API - Lapak pedagang kembang api di Jalan KH Zainul Arifin, Medan, tampak sepi pembeli, Jumat (26/12/2025). Pedagang musiman mengaku penjualan menurun drastis menjelang pergantian tahun, dipicu kekhawatiran masyarakat usai adanya larangan pemasangan kembang api serta dampak ekonomi pascabencana di sejumlah wilayah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Penjualan kembang api menjelang malam pergantian tahun di Kota Medan mengalami penurunan drastis.

Pedagang musiman yang membuka lapak di Jalan KH Zainul Arifin mengaku kondisi tahun ini jauh dari harapan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah pedagang menyebutkan, mereka telah membuka gerai penjualan selama empat hari terakhir.

Namun, hingga kini pembeli masih sangat minim. Situasi tersebut dinilai berbeda jauh dengan suasana jelang tahun baru pada tahun-tahun normal.

Lisa (37), salah satu pedagang kembang api di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa penurunan penjualan tahun ini bahkan lebih sepi dibandingkan masa pandemi Covid-19.

“Tahun ini paling sepi, bahkan lebih sepi dari masa covid,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Menurut Lisa, lesunya pembelian tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sejumlah wilayah yang masih berjuang setelah bencana, tetapi juga oleh kekhawatiran masyarakat menyusul adanya larangan dari Mabes Polri untuk tidak memasang kembang api pada malam pergantian tahun.

“Orang jadi ragu beli, takut nanti tidak boleh dipakai,” katanya.

Dari sisi harga, Lisa menyebutkan terdapat sedikit kenaikan pada beberapa jenis kembang api, meski tidak signifikan.

“Ada yang naik harga, tapi tidak banyak, sekitar Rp2.000 saja. Itu pun untuk kembang api jenis kecil,” jelasnya.

Jalan KH Zainul Arifin selama ini dikenal sebagai pusat penjualan kembang api di Medan.

Setiap akhir tahun, kawasan tersebut juga menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk merayakan malam tahun baru.

Warga bahkan biasanya datang sejak sore hari demi mendapatkan posisi strategis untuk menyaksikan pesta kembang api.

Namun, situasi tahun ini berbeda. Para pedagang mengaku mulai diliputi kekhawatiran setelah adanya larangan pemasangan kembang api.

Bukan hanya soal penurunan omzet, tetapi juga potensi kerugian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved