Berita Medan

Perayaan Imlek, Orangtua yang Sendirian jadi Perhatian Wali Kota Medan

Berkumpul secara fisik, kata Rico, kini menjadi “barang mewah” yang seharusnya kembali dihidupkan, terutama di hari besar keagamaan.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas beri perhatian khusus untuk orangtua yang sendiri saat Perayaan Imlek 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menitipkan pesan kemanusiaan: jangan biarkan orangtua merayakan Imlek sendirian.

Pesan itu disampaikan Rico Waas saat membuka Pasar Murah Pemko Medan di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, Senin (9/2/2026).

Pasar murah ini digelar selama lima hari, 9–13 Februari 2026, di dua lokasi, yakni Kelurahan Sei Rengas II (Medan Area) dan Kelurahan Kota Bangun (Medan Deli).

Di hadapan warga, Rico Waas mengajak seluruh jajaran pemerintah hingga masyarakat untuk menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat kehangatan sosial, terutama bagi para orangtua yang hidup sendiri.

“Saya titip pesan kepada para camat, data orangtua yang merayakan Imlek sendirian. Berikan perhatian, ajak tetangga untuk mengunjungi mereka. Itulah bagian dari pelayanan Kota Medan,” ujar Rico Waas.

Menurutnya, kemajuan teknologi di tahun 2026 justru kerap membuat manusia terasa dekat, tapi sebenarnya berjauhan.

Berkumpul secara fisik, kata Rico, kini menjadi “barang mewah” yang seharusnya kembali dihidupkan, terutama di hari besar keagamaan.

“Kadang kita merasa cukup dengan video call. Padahal bangsa ini kuat karena gotong royong dan kebersamaan, bukan karena individualisme,” tuturnya.

Di sisi lain, pasar murah yang digelar Pemko Medan diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menyambut Imlek.

Rico Waas berharap warga bisa merayakan Tahun Baru Imlek dengan hati yang lebih tenang bersama keluarga.

“Semoga pasar murah ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merayakan Imlek dengan bahagia bersama keluarga yang dicintai,” katanya.

Rico Waas juga menegaskan bahwa Kota Medan adalah simbol nyata keberagaman Indonesia.

Dengan populasi masyarakat Tionghoa sekitar 10–11 persen, Medan menjadi kota majemuk yang hidup dalam toleransi.

“Kalau mau melihat Indonesia yang beragam, lihatlah Kota Medan. Kita hidup saling menyayangi dan melindungi. Inilah makna Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Rico Waas menyampaikan optimisme di tahun Shio Kuda Api 2026. Ia berharap semangat kuda yang berlari kencang membawa Kota Medan bergerak lebih cepat dalam pembangunan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags
Medan
Imlek
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved