Medan Terkini

PLN Bidik Pemanfaatan Biometana hingga 15 Persen, Uji Coba Dimulai di Sumut

PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan kesiapannya menjadi off-taker atau pembeli sekaligus investor dalam pengembangan biometana.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PENGEMBANGAN BIOMETANA - Diskusi pengembangan biometana digelar dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia di Grand Cityhall Medan, Kamis (4/6/2026). Dalam forum yang dihadiri Kementerian ESDM, PLN Group, BUMN, dan pelaku industri tersebut, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan kesiapannya menjadi off-taker sekaligus investor dalam pengembangan Compressed Bio-Gas (CBG) atau biometana nasional. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan kesiapannya menjadi off-taker atau pembeli sekaligus investor dalam pengembangan biometana di Indonesia. 

Komitmen tersebut disampaikan Direktur PLN EPI Hokkop Situngkir dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana yang digelar Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM di Grand Cityhall Medan.

Menurut Hokkop, PLN EPI akan menyediakan seluruh kebutuhan energi primer pembangkit yang dikelola PLN, mulai dari batu bara, biomassa, gas, hingga Bio-CNG (Compressed Natural Gas) atau CBG (Compressed Biomethane Gas).

“Ini pertemuan luar biasa. Ada Bu Yasmin bisa jadi partner teknologi dan investor, ada PLN Nusantara Power sebagai off-taker. PLN EPI perannya seperti integrator tapi kita berinvestasi bareng untuk membangun fasilitas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor biometana nasional dan dibuka oleh Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). 

Hadir pula jajaran PLN Group, antara lain Direktur Biomass PLN EPI, PLN Puslitbang, Direktur Utama PLN Energi Gas, Direktur Utama PLN EPI Investasi, VP TDV PLN Nusantara Power, VP PPC 2 PLN Indonesia Power, hingga Senior Manager UP PLTGU Belawan.

Selain itu, hadir pula sejumlah perwakilan BUMN dan pelaku industri seperti PGN Gagas, perwakilan pabrik kelapa sawit (PKS), Unilever Oleochemical Indonesia, Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT KIS, serta pakar biogas Wira Tenaya.

Hokkop menjelaskan PLN Group saat ini mengelola 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hampir 250 unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Mesin (PLTNG), dan lebih dari 6.000 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di seluruh Indonesia. Sebagian besar pembangkit tersebut masih menggunakan bahan bakar fosil.

Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa melalui program co-firing mencapai 3 hingga 4 persen di seluruh pembangkit dan wajib mencapai 10 persen pada 2030 sesuai Peraturan Menteri ESDM.

Untuk pemanfaatan CBG, Hokkop optimistis pencapaiannya dapat lebih cepat dibanding biomassa.

“Kalau source-nya oke dan pemain perkembangannya oke, saya rasa CBG bisa langsung ke 10-15 persen. Di PLN ada Direktorat GAS BBM, mereka bilang kalau ada alternatif di luar LNG dan harga bisa direduksi, kami ambil,” jelasnya.

Dalam paparannya, Hokkop menjelaskan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengembangan biometana, khususnya yang berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Menurutnya, dari sekitar 300 pabrik kelapa sawit yang ada di Indonesia, potensi POME yang dihasilkan setara dengan 13 kargo LNG per tahun. Padahal, satu kontrak pengadaan 100 kargo LNG yang baru ditandatangani PLN bernilai sekitar Rp13 triliun.

“Kalau 300 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kita kumpulin, bisa provide 13 cargo. Kita bisa hemat sekitar 1 triliun. Reduksi karbonnya bisa sampai 20 juta ton CO2 ekuivalen,” paparnya.

Ia menambahkan, apabila roadmap pengembangan biomassa dan bio-CNG berjalan sesuai rencana, dampak ekonominya diperkirakan mencapai Rp11 triliun, menghasilkan penghematan negara sekitar Rp1,25 triliun, serta menciptakan hingga 150 ribu lapangan kerja hijau atau green job.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved