Medan Terkini
PLN Bidik Pemanfaatan Biometana hingga 15 Persen, Uji Coba Dimulai di Sumut
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan kesiapannya menjadi off-taker atau pembeli sekaligus investor dalam pengembangan biometana.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan kesiapannya menjadi off-taker atau pembeli sekaligus investor dalam pengembangan biometana di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur PLN EPI Hokkop Situngkir dalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana yang digelar Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM di Grand Cityhall Medan.
Menurut Hokkop, PLN EPI akan menyediakan seluruh kebutuhan energi primer pembangkit yang dikelola PLN, mulai dari batu bara, biomassa, gas, hingga Bio-CNG (Compressed Natural Gas) atau CBG (Compressed Biomethane Gas).
“Ini pertemuan luar biasa. Ada Bu Yasmin bisa jadi partner teknologi dan investor, ada PLN Nusantara Power sebagai off-taker. PLN EPI perannya seperti integrator tapi kita berinvestasi bareng untuk membangun fasilitas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor biometana nasional dan dibuka oleh Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).
Hadir pula jajaran PLN Group, antara lain Direktur Biomass PLN EPI, PLN Puslitbang, Direktur Utama PLN Energi Gas, Direktur Utama PLN EPI Investasi, VP TDV PLN Nusantara Power, VP PPC 2 PLN Indonesia Power, hingga Senior Manager UP PLTGU Belawan.
Selain itu, hadir pula sejumlah perwakilan BUMN dan pelaku industri seperti PGN Gagas, perwakilan pabrik kelapa sawit (PKS), Unilever Oleochemical Indonesia, Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT KIS, serta pakar biogas Wira Tenaya.
Hokkop menjelaskan PLN Group saat ini mengelola 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hampir 250 unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Mesin (PLTNG), dan lebih dari 6.000 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di seluruh Indonesia. Sebagian besar pembangkit tersebut masih menggunakan bahan bakar fosil.
Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa melalui program co-firing mencapai 3 hingga 4 persen di seluruh pembangkit dan wajib mencapai 10 persen pada 2030 sesuai Peraturan Menteri ESDM.
Untuk pemanfaatan CBG, Hokkop optimistis pencapaiannya dapat lebih cepat dibanding biomassa.
“Kalau source-nya oke dan pemain perkembangannya oke, saya rasa CBG bisa langsung ke 10-15 persen. Di PLN ada Direktorat GAS BBM, mereka bilang kalau ada alternatif di luar LNG dan harga bisa direduksi, kami ambil,” jelasnya.
Dalam paparannya, Hokkop menjelaskan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengembangan biometana, khususnya yang berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).
Menurutnya, dari sekitar 300 pabrik kelapa sawit yang ada di Indonesia, potensi POME yang dihasilkan setara dengan 13 kargo LNG per tahun. Padahal, satu kontrak pengadaan 100 kargo LNG yang baru ditandatangani PLN bernilai sekitar Rp13 triliun.
“Kalau 300 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kita kumpulin, bisa provide 13 cargo. Kita bisa hemat sekitar 1 triliun. Reduksi karbonnya bisa sampai 20 juta ton CO2 ekuivalen,” paparnya.
Ia menambahkan, apabila roadmap pengembangan biomassa dan bio-CNG berjalan sesuai rencana, dampak ekonominya diperkirakan mencapai Rp11 triliun, menghasilkan penghematan negara sekitar Rp1,25 triliun, serta menciptakan hingga 150 ribu lapangan kerja hijau atau green job.
| Update Klasemen Piala AFF U-19 2026, Persaingan di Tiga Grup Semakin Ketat |
|
|---|
| Tiba di Rumah Duka, Pasutri yang Tewas Diduga Keracunan AC Mobil di Medan Area Disambut Histeris |
|
|---|
| Sebelum Meninggal, Keluarga Sempat Cek Kondisi Pasutri yang Ngadem Pakai AC Mobil di Medan Denai |
|
|---|
| Jenazah Pasutri Tewas Akibat AC Mobil Tiba di Rumah Duka, Isak Tangis Keluarga Pecah |
|
|---|
| Niatnya Ngadem saat Mati Lampu, Pasutri di Medan Denai Tewas Diduga Keracunan AC Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Diskusi-pengembangan-biometana-digelar-dalam-kegiatan-Diseminasi.jpg)