Berita Nasional
Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Rano Karno: Agak Confuse
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut bahwa Jakarta menjadi kota terpadat di dunia tahun 2025.
Ringkasan Berita:
- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut bahwa Jakarta menjadi kota terpadat di dunia
- Jakarta menggeser posisi Tokyo, Jepang yang pada tahun 2024 lalu menjadi kota terpadat di dunia
- Menurut data yang disampaikan PBB, jumlah penduduk Kota Jakarta mencapai 42 juta
- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengaku kaget dan menyebut bahwa penduduk Jakarta hanya 11 juta jiwa
TRIBUN-MEDAN.COM,- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis informasi mengenai kota terpadat di dunia.
Dalam laporan terbaru “World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results” yang dirilis 23 November 2025, Jakarta menjadi kota terpadat di dunia pertama dari negara lainnya.
Di posisi kedua ada ibu kota Bangladesh, Dhaka, dengan hampir 40 juta penduduk, dan ibu kota Jepang, Tokyo, dengan 33 juta penduduk.
Baca juga: Harta Kekayaan Letjen Suharyanto, Kepala BNPB Sebut Banjir Sumatera Belum Termasuk Bencana Nasional
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku kaget dengan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menempatkan Jakarta sebagai ibu kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk.
“Jujur kita juga agak confuse (bingung) ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari kota aglomerasi. Karena dihitung ini kan Depok, Bekasi, kemudian Bogor,” kata Rano Karno, dikutip dari Kompas.com, Senin (1/12/2025).
Menurut Rano, angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta hanya sekitar 11 juta.
Baca juga: Kalender Jawa Weton Senin Pahing 1 Desember 2025, Cek Waktu Terbaik Memulai Usaha
Meski terkejut, ia menilai laporan PBB itu menunjukkan bahwa Jakarta masih menjadi pusat pergerakan penduduk dan ekonomi di wilayah Jabodetabek.
“Tapi itu mengindikasikan bahwa Jakarta menjadi ujung tombak dari pembangunan kependudukan di wilayah Jabodetabek ini,” ungkap Rano.
Pemprov DKI menegaskan data yang dipakai pemerintah tetap bersumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Per Semester I 2025, jumlah penduduk Jakarta tercatat 11.010.514 jiwa, dan angka inilah yang menjadi rujukan negara.
Baca juga: Sosok Zulkifli Hasan, Pejabat Menteri yang Viral Dikaitkan Banjir Sumatera, PAN Angkat Bicara
Wacana Pindah IKN
Pada tahun 2019 lalu, Indonesia mengumumkan akan memindahkan ibu kotanya ke Nusantara (IKN).
Proyek senilai 32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 534,2 triliun itu awalnya dijadwalkan untuk diresmikan pada 2024, dan kini direncanakan menjadi "ibu kota politik" pada 2028.
Namun, hingga kini faktanya ibu kota belum juga pindah.
Baca juga: Tak Sekadar Perpanjangan Layanan Perbankan, Agen BRILink Jaga Masyarakat dari Penipuan Keuangan
Founder SHAU Architects, Daliana Suryawinata, yang terlibat dalam perancangan arsitektur kompleks Istana Wakil Presiden, mengonfirmasi bahwa progres pembangunannya telah menembus angka 86 persen.
"Capaian ini menempatkan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang paling cepat mendekati finalisasi," ujar Daliana kepada Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).
Angka 86 persen bukan hanya statistik, melainkan jaminan politik bahwa infrastruktur utama untuk kepemimpinan nasional akan siap digunakan sesuai tenggat waktu.
Baca juga: Curiga dengan Anak yang Dikandung Istri, Suami Tuntut Tes DNA dan Serahkan Dokumen Cerai
Data Tahun 2024
Pada tahun 2024, kota terpadat di dunia dipegang oleh Tokyo, Jepang.
Total penduduknya saat itu lebih dari 37 juta jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-kepadatan-penduduk-dan-populasi-manusia.jpg)