Berita Nasional

Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Rano Karno: Agak Confuse

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut bahwa Jakarta menjadi kota terpadat di dunia tahun 2025.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest/Kathleen Kester
KERAMAIAN- Ilustrasi keramaian di suatu kota dimana masyarakatnya tampak begitu sibuk. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis informasi mengenai kota terpadat di dunia.

Dalam laporan terbaru “World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results” yang dirilis 23 November 2025, Jakarta menjadi kota terpadat di dunia pertama dari negara lainnya.

Di posisi kedua ada ibu kota Bangladesh, Dhaka, dengan hampir 40 juta penduduk, dan ibu kota Jepang, Tokyo, dengan 33 juta penduduk.

Baca juga: Harta Kekayaan Letjen Suharyanto, Kepala BNPB Sebut Banjir Sumatera Belum Termasuk Bencana Nasional

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku kaget dengan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menempatkan Jakarta sebagai ibu kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk.

“Jujur kita juga agak confuse (bingung) ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari kota aglomerasi. Karena dihitung ini kan Depok, Bekasi, kemudian Bogor,” kata Rano Karno, dikutip dari Kompas.com, Senin (1/12/2025).

Menurut Rano, angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta hanya sekitar 11 juta.

Suasana kota Medan terlihat dari gedung bertingkat, Sumatera Utara, Kamis (10/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suasana kota Medan terlihat dari gedung bertingkat, Sumatera Utara, Kamis (10/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Baca juga: Kalender Jawa Weton Senin Pahing 1 Desember 2025, Cek Waktu Terbaik Memulai Usaha

Meski terkejut, ia menilai laporan PBB itu menunjukkan bahwa Jakarta masih menjadi pusat pergerakan penduduk dan ekonomi di wilayah Jabodetabek.

“Tapi itu mengindikasikan bahwa Jakarta menjadi ujung tombak dari pembangunan kependudukan di wilayah Jabodetabek ini,” ungkap Rano.

Pemprov DKI menegaskan data yang dipakai pemerintah tetap bersumber dari Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Per Semester I 2025, jumlah penduduk Jakarta tercatat 11.010.514 jiwa, dan angka inilah yang menjadi rujukan negara.

Baca juga: Sosok Zulkifli Hasan, Pejabat Menteri yang Viral Dikaitkan Banjir Sumatera, PAN Angkat Bicara

Wacana Pindah IKN

Pada tahun 2019 lalu, Indonesia mengumumkan akan memindahkan ibu kotanya ke Nusantara (IKN).

Proyek senilai 32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 534,2 triliun itu awalnya dijadwalkan untuk diresmikan pada 2024, dan kini direncanakan menjadi "ibu kota politik" pada 2028.

Namun, hingga kini faktanya ibu kota belum juga pindah.

Baca juga: Tak Sekadar Perpanjangan Layanan Perbankan, Agen BRILink Jaga Masyarakat dari Penipuan Keuangan

Founder SHAU Architects, Daliana Suryawinata, yang terlibat dalam perancangan arsitektur kompleks Istana Wakil Presiden, mengonfirmasi bahwa progres pembangunannya telah menembus angka 86 persen.

"Capaian ini menempatkan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang paling cepat mendekati finalisasi," ujar Daliana kepada Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).

Angka 86 persen bukan hanya statistik, melainkan jaminan politik bahwa infrastruktur utama untuk kepemimpinan nasional akan siap digunakan sesuai tenggat waktu.

Baca juga: Curiga dengan Anak yang Dikandung Istri, Suami Tuntut Tes DNA dan Serahkan Dokumen Cerai

Suasana kota Medan terlihat dari gedung bertingkat, Sumatera Utara, Kamis (10/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suasana kota Medan terlihat dari gedung bertingkat, Sumatera Utara, Kamis (10/10/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Data Tahun 2024

Pada tahun 2024, kota terpadat di dunia dipegang oleh Tokyo, Jepang.

Total penduduknya saat itu lebih dari 37 juta jiwa.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved