Ngopi Sore

Menteri Zulhas Memanggul Beras

Dalam banyak riwayat, disebutkan Khalifah Umar bin Khattab memanggul sendiri beras ke rumah seorang warganya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/INSTAGRAM MINANG INFO 24 JAM
SALURKAN BANTUAN - Menteri Zulkifli Hasan salurkan bantuan ke korban banjir di Padang, Sumatera Barat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam banyak riwayat, disebutkan Khalifah Umar bin Khattab memanggul sendiri beras ke rumah seorang warganya.

Seorang janda, yang memasak batu untuk anak-anaknya.

Tentu saja, batu tidak akan pernah sampai pada titik tanak. Perempuan ini bukannya tidak tahu. Dia tahu, bahkan sangat tahu, tapi memang itulah tujuannya.

Dia memasak batu agar anak-anaknya yang menunggu bosan dan tertidur, dan begitulah yang terus terjadi sampai Umar bin Khattab tak sengaja melintas. 

Percakapan antara keduanya telah banyak dikutip, menjadi pelajaran sepanjang masa sekaligus untuk beberapa hal, terutama kasih ibu dan kepemimpinan, dan saya tidak akan  mengulangnya lagi di sini.

Saya teringat pada riwayat ini, nyaris secara mendadak, setelah melihat foto-foto dan video Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Zulhas, begitu sapaan populernya, juga memanggul goni, dan ia memanggulnya melewati genangan air bercampur lumpur guna menjumpai warga yang diterjang banjir di Kota Padang, Sumatra Barat.

Media sosial segera bergemuruh. Sebagian kecil memuji. Sebagian besar mencaci.

Di antara sebagian yang besar ini, banyak yang mengingat perihal wawancara Zulhas dengan Harrison Ford mengenai kerusakan hutan Indonesia.

Kala itu, Zulhas menjabat Menteri Kehutanan, dan pada satu momentum ia terdiam tatkala Ford, sang Indiana Jones, menghentaknya dengan kalimat, 'it's not funny'.

Zulhas yang sedang nyengir lebar langsung "kicep". Ford menunjukkan air muka yang ketat.

Dia yang sebelumnya melakukan pemantauan via udara di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, betul-betul kesal melihat banyaknya area hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan, terutama sawit.

Tidak hanya di Riau, menurut Ford, sepanjang 15 tahun (1998-2013), sebanyak 80 persen hutan tereksploitasi dan hanya 15 persen dari luas keseluruhan taman nasional yang tersisa.

Wawancara ini merupakan bagian dari film dokumenter 'Years of Leaving Dangerously', dan baik Ford maupun Zulhas sama-sama tidak berakting. Ford betul-betul emosi dan Zulhas betul-betul nyengir.

Pertanyaannya, kenapa reaksi Zulhas demikian? Tidak tahu.

Barangkali karena kagok berhadapan dengan bintang film besar pencetak blockbuster global.

Barangkali Zulhas merupakan penggemar Indiana Jones, atau Han Solo dan bertahun-tahun sebelum hari itu pernah mengantre masuk bioskop untuk menonton Star Wars.

Atau barangkali ia kaget mendapati pertanyaan dan sikap Ford [mimik wajah dan gestur tubuh yang sangat dingin.

Ford, seperti datang sebagai musuh, yang intimidatif, dan menuntut kejujuran. 

Angka-angka yang dikemukakan Ford, mau tak mau, mengarah pada angka lain yang lebih mencekam. Yakni berapa banyak pemerintah telah mengeluarkan izin konsesi hutan dan tambang.

Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi, mencatat, pemberian izin konsesi yang "brutal" di era itu, berkaitpaut nyata dengan terjadinya berangkai-rangkai bencana di Indonesia.

Walhi mencatat, rata-rata tiap hari muncul satu bencana dan tiap satu pekan terjadi sepuluh bencana yang terdiri dari banjir, kekeringan, longsor, badai, dan kebakaran, dan ini semua bertitik-tolak dari ketidakbecusan pemerintah dalam pengelolaan kekayaan alam. 

Tentu saja pemerintah membantah. Bahkan sampai hari ini.

ementerian Kehutanan pada periode pemerintahan sekarang, lewat seorang dirjennya, menyebut entah berapa ton kayu yang terbawa gelombang banjir dan tanpa ampun menyapu kawasan permukiman  warga di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sumatra Barat, dan Aceh, bukan sepenuhnya disebabkan oleh penebangan, legal maupun ilegal.

Artinya ada, tapi bukan jadi sebab utama. Lantas apa sebab utamanya?Menurut Pak Dirjen: tumbang dengan sendirinya, karena lapuk atau tercerabut dari akarnya.

Mendengar ini kita langsung kehilangan selera untuk memaki.

 Kita tertawa, sembari mengurut dada dan geleng-geleng kepala.

Betapa para pejabat ini telah dengan semena-mena mengira kita sama ngawurnya dengan mereka.

(t agus Khaidir)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved