TERBARU Program Gentengisasi Usulan Prabowo, Purbaya Beber Alokasi Anggaran Rp 1 Triliun
Presiden Prabowo Subianto kembali menggulirkan program baru yang disebut gentengisasi.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menggulirkan program baru yang disebut gentengisasi.
Program gentingisasi yakni mengganti atap rumah yang masih menggunakan seng dengan genteng berbahan tanah.
Program gentengisasi dikenalkan Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga dikenalkan Prabowo dalam acara tersebut.
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.
Anggaran Rp 1 Triliun
Terkait program gentengisasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran hampir Rp 1 triliun untuk program usulan tersebut.
"Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun," ujar Purbaya usai menghadiri acara IBC Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Purbaya menyebut, anggaran untuk gentengisasi akan diambil dari alokasi anggaran cadangan dan tidak menutup kemungkinan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ada kemungkinan dari situ, ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak banyak budget kalau enggak salah anggarannya," ucap Purbaya.
Terlebih, program usulan Presiden Prabowo itu tidak menyasar ke seluruh rumah. Sehingga Purbaya optimistis tidak akan menelan anggaran lebih besar.
"Berapa rumah yang pakai seng? itu kan hitungannya kasar sekali. Semua rumah dihitung terus semua rumah diganti, padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil dari yang anda denger, ini kan masih hitungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya," tegas Purbaya.
Baca juga: PT TPL Hadiri Sidang Perdana Gugatan Kerusakan Lingkungan KLHK Rp 3,8 Triliun
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyebutkan rumah dengan atap seng merusak keindahan.
Selain itu, rumah dengan atap seng juga merusak daya tarik turis yang akan datang ke Indonesia.
"Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia," katanya.
Selain itu seng juga melambangkan degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Oleh karena itu ia ingin Indonesia bebas dari rumah yang beratap seng dalam beberapa tahun mendatang.
"Karat itu lambang degenerasi. Kita, saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan lambang degenerasi. Bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit. Indonesia harus kuat," katanya.
Untuk itu, Presiden akan menggalakkan program Gentengisasi.
Gerakan tersebut yakni untuk mengganti atap rumah yang masih menggunakan seng dengan genteng berbahan tanah.
Presiden mengajak para kepala daerah untuk menyukseskan program tersebut.
"Jadi saudara-saudara, kita akan bantu saudara sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya, Bupati Wali Kota yang tidak mau kotanya indah, terserah, yang mau ayok bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah," katanya.
Untuk mempercepat proyek tersebut, kata Prabowo, nantinya koperasi desa merah putih yang ada di seluruh Indonesia akan dilengkapi dengan pabrik genteng. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-di-Sentul-International-Convention-Center.jpg)