Prakiraan Cuaca
BMKG Peringatkan Ancaman Banjir Besar Akibat 3 Bibit Siklon Aktif
BMKG mendeteksi adanya tiga bibit siklon aktif, yakni 94W, 92S, dan 98P yang bisa memicu hujan deras dan banjir.
BMKG memantau pergerakan ketiga bibit siklon yang mengepung wilayah Indonesia.
Baca juga: DAMPAK Bibit Siklon 91S Mendekati Jabodetabek, Banjir Besar Jakarta 2002 Bakal Terulang Lagi?
Bibit siklon 94W berada di Samudera Pasifik utara Papua.
Sistem ini bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin 20-25 knot dan memengaruhi atmosfer perairan utara Papua.
Sementara itu, bibit 92S terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung.
Bibit ini cenderung diam di tempat namun menginduksi perlambatan angin hingga wilayah selatan Banten.
"Bibit siklon tropis 98P terpantau di daratan Australia dan bergerak ke arah barat," kata Yuyun. Sistem ketiga ini berkontribusi pada dinamika atmosfer di pesisir utara Australia.
Baca juga: Peneliti BRIN Wanti-wanti Banjir Besar Jakarta 2002 Terulang Buntut Mendekatnya Bibit Siklon 91S
Penjelasan Peneliti BRIN
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan, mengingatkan bahwa Pulau Jawa, termasuk Jakarta, masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem meskipun wilayah ini tidak dilewati langsung oleh siklon tropis.
Dalam diskusi bertajuk “Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset” yang digelar di Jakarta pada Rabu (4/2/2026), Eddy menjelaskan bahwa secara letak geografis Jakarta tidak termasuk wilayah yang biasanya menjadi jalur atau tempat terbentuknya siklon tropis.
Menurutnya, Jakarta tidak berhadapan langsung dengan samudra luas, sehingga peluang terbentuknya siklon tropis di daerah ini tergolong kecil.
Baca juga: Kota Medan Diguyur Hujan Lebat, BMKG: Siklon Tropis Sudah Tidak Ada
Hal ini perlu dipahami masyarakat agar tidak timbul kekhawatiran yang berlebihan.
Eddy menambahkan, siklon tropis seperti Siklon Senyar justru lebih berdampak besar di wilayah yang langsung menghadap Samudra Hindia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang mengalami hujan sangat lebat hingga banjir bandang.
Meski begitu, Eddy menegaskan, dampak siklon tropis tidak berhenti di wilayah lintasannya saja.
Sistem siklon yang berkembang di Samudra Hindia, Pasifik Barat, maupun sekitar Australia tetap dapat memengaruhi atmosfer di wilayah Jakarta.
Baca juga: WASPADAI Badai Siklon Tropis Olga, Telah Terbentuk di Sekitar Indonesia Khususnya di Wilayah NTT
"Penguatan sistem cuaca tersebut dapat meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, sehingga memicu hujan yang berlangsung dalam durasi panjang dan berpotensi menyebabkan banjir," kata Eddy mengutip Antara.
Ia mencontohkan banjir besar yang hampir melumpuhkan Jakarta pada 2020 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-bibit-siklon-terbaru.jpg)