Berita Viral

TERBARU Daftar Sekutu Amerika Serikat yang Terlibat Menghalau Rudal Iran

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel semakin meluas di negara Iran dalam serangan perdana hari ini, Sabtu (28/2/2026).

Editor: AbdiTumanggor
Tribunnews.com
SERANGAN - Penampakan asap di Kota Teheran, Iran, setelah serangan rudal Israel dan Amerika Serikat di Iran, Sabtu pagi, 28 Februari 2026. 

- Bahrain: Sekutu utama non-NATO sejak 2001, yang menjadi basis hubungan militer erat, khususnya bagi Angkatan Laut AS.

- Mesir: Mitra keamanan yang menerima bantuan militer besar sejak Perjanjian Camp David 1978, fokus pada kontraterorisme.

- Turki: Anggota NATO yang bekerja sama dalam isu keamanan dan menyediakan Pangkalan Udara Incirlik untuk operasi AS.

- Irak: Tempat pangkalan militer AS beroperasi untuk misi kontra-terorisme, seperti di Al Asad Airbase.

Negara seperti Yordania dan UEA baru-baru ini juga disebut siap memberikan bantuan logistik dan intelijen kepada militer AS di tengah ketegangan dengan Iran.

Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Meluas ke Negara Tetangga, Presiden Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator

Prabowo Siap Jadi Mediator

Terkait serangan ini, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X.

"Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Ledakan Dahsyat di Seluruh Wilayah Teluk: UEA, Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Cegat Rudal Iran

Penjelasan Menteri Pertahanan Israel

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang disebutnya sebagai “serangan pencegahan” pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

"Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan pada Iran untuk menghilangkan ancaman pada Israel," kata Menteri Pertahanan Israel, Katz, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/2/2026).

Setelah melakukan serangan gabungan bersama Amerika Serikat, Israel langsung memberlakukan status darurat di seluruh wilayah negara. Hal itu setelah Iran melancarkan serangan balasan dengan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik.

Katz mengatakan keputusan itu diambil untuk melindungi warga sipil Israel dari serangan Iran tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved