Berita Viral

Kemenhan RI Akui Pesan Rudal BrahMos India

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mengonfirmasi bahwa Indonesia tengah menjalani kerja sama terkait sistem rudal BrahMos dengan India.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Istimewa
Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi pada 10 Maret 2026 bahwa Indonesia telah meneken perjanjian tersebut dengan pihak India. 

Kendati demikian, Rico menegaskan bahwa rincian kontrak maupun jumlah atau operasionalisasi sistem tersebut merupakan informasi kontraktual yang tidak dipublikasikan secara terbuka.

“Untuk perkembangan lebih lanjut terkait jumlah unit, nantinya akan kami informasikan pada kesempatan berikutnya,” kata dia.

Sebelumnya, akun X @ANI mengunggah video pernyataan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo S Brawner Jr, terkait pembelian sistem rudal BrahMos.

Dalam video tersebut, Brawner menyebut Filipina merupakan negara pertama yang membeli sistem rudal BrahMos.

Ia juga mengatakan Indonesia telah membeli sistem yang sama dari India.

“Saya bisa mengatakan bahwa kami puas dengan pembelian tersebut, dan kami berharap dapat melakukan lebih banyak kerja sama bisnis dengan India,” kata Brawner.

Ia menambahkan, India kini memainkan peran yang semakin besar di kawasan Indo-Pasifik, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan.

Brawner juga mengungkapkan bahwa tahun lalu ia bertemu dengan Kepala Staf Pertahanan India, Jenderal Anil Chauhan, dan meminta India mengirim kapal perang ke Filipina untuk pelayaran bersama dalam operasi kebebasan navigasi.

Empat bulan kemudian, India mengirim empat kapal ke Filipina.

Menurut Brawner, langkah itu penting untuk memperkuat keamanan kawasan, sekaligus menunjukkan semakin banyaknya mitra yang bekerja sama mendorong tatanan internasional berbasis aturan. 

Kesepakatan dengan Indonesia

Per Maret 2026, Indonesia telah secara resmi menandatangani kesepakatan untuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pertahanan pesisir (coastal defence) dan kedaulatan maritim Indonesia.

Detail Kesepakatan & Status Terkini:

Status Kontrak: Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi pada 10 Maret 2026 bahwa Indonesia telah meneken perjanjian tersebut dengan pihak India.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved